"Festival Bebas Batas" Bagi Perupa Penyandang Disabilitas akan Digelar di Solo

Nasional

Jumat, 18 Oktober 2019 | 15:42 WIB

191018154624--fest.jpg

Direktorat Kesenian Dirjen Kebudayaan Kemendikbud akan menggelar Festival Bebas Batas ke-2 bagi para perupa penyandang disabilitas

DIREKTORAT Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan  kembali menggelar pameran seni rupa "Festival Bebas Batas" ke-2 untuk menampilkan ekspresi seni rupa karya para perupa penyandang disabilitas di Kota Solo. Melalui kegiatan ini, Kemendikbud memberi ruang kepada para perupa disabilitas untuk menyajikan karya-karya seni yang dibingkai dalam pameran, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya di Kota Solo untuk mengapresiasi karya-karya seni para perupa penyandang disabilitas. 
Dalam pameran utama yang mengusung tema “Meneroka Batas” dan digelar pada 10-15 November 2019 di Pendapa ISI Surakarta, akan dipamerkan karya para perupa penyandang disabilitas dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta pameran yang lolos seleksi open call sebanyak 28 orang, dengan karya yang dipamerkan sebanyak 40 buah. 
"Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman agar masyarakat lebih terbuka. Bahwa keterbatasan bukan hal yang mesti dihadapi dengan rasa iba atau memelas. Melainkan, melalui kegiatan ini para perupa disabilitas mampu menunjukkan karya-karya seni yang telah melampaui aspek formalistik yang mampu merengkuh imajinasi dan rasa, serta tidak terkurung dengan ketakutan atas tanggapan kritik dari para apresiator," kata Taufik dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kepada wartawan, Jumat (18/10/2019). 
Karya-karya seni para perupa penyandang disabilitas, menurut Taufik, akan disatukan dalam sebuah pameran yang tahun 2019 ini merupakan yang kedua. Kegiatan pameran yang dirangkai dengan kegiatan workshop di empat rumah sakit jiwa (RSJ), yaitu Bogor, Magelang, Surabaya dan Palembang, kegiatan pameran pendamping, serta diskusi seni tersebut, bertujuan untuk  mengintervensi kesadaran publik dan meruntuhkan batas antara yang dianggap normal dengan tidak normal, antara non-disable dengan disable.
"Dalam pameran pendamping akan dipajang karya peserta workshop di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang, RSJ Menur Surabaya, RSJ Ernaldi Bahar Palembang dan RSJ Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, ditambah karya pilihan dari RSJD Surakarta. Karya yang telah dikurasi para kurator tercatat sebanyak 61 buah dan akan dipamerkan  di Mal Solo Square pada 21 - 23 Oktober 2019 dengan tema Merupa Ingatan," jelasnya.  
 

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA