Mengaji di Tengah Perkembangan Teknologi Itu Penting

Nasional

Kamis, 17 Oktober 2019 | 19:49 WIB

191017201655-menga.jpg

Tok Suwarto

KESIBUKAN mengaji bagi generasi muda di tengah berkembang pesatnya teknologi sekarang ini penting, karena akan berpengaruh positif terhadap pembentukan akhlak dan budi pekerti. Perkembangan teknologi yang digunakan secara bebas akhir-akhir ini, telah menjadi akar masalah dari persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, menyampaikan pesan itu dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Solo dan peringatan Hari Santri Nasional 2019,  di Pendhapi Gede Balai Kota Solo, Kamis (17/10/2019).

"Umat Islam harus yakin, bahwa Alquran adalah pedoman sekaligus tuntunan hidup bagi manusia. Jika generasi muda disibukkan dengan mengaji, pasti akan memberi pengaruh positif terhadap pendidikan akhlak dan budi pekerti mereka," ujarnya.

Di depan 91 peserta MTQ yang mewakili lima kecamatan se Kota Solo dan para tilawah dari pesantren, Achmad Purnomo menekankan, generasi muda perlu menghayati kandungan isi kitab suci Alquran sekaligus melestarikan seni budaya Qurani melalui kegiatan MTQ. Umat Islam harus yakin, bahwa Alquran adalah pedoman sekaligus tuntunan hidup bagi manusia.

"Hal ini penting, mengingat saat ini teknologi berkembang pesat yang digunakan secara bebas. Itu justru menjadi akar masalah dari persoalan bangsa yang terjadi akhir-akhir ini," katanya lagi.

Dia menunjukkan bukti dari banyak pihak yang menyalahgunakan media sosial untuk menebar kebencian, hujadan, hasutan, informasi hoaks dan penyebaran paham yang memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa.

Wakil Wali Kota Solo mengingatkan, bahwa negara Indonesia adalah rumah kita yang perlu terus kita jaga. Dia menyatakan, kita bersyukur negara kita dipimpin dengan tradisi kesantrian yang kuat, tradisi penghormatan dan penghargaan yang tertinggi kepada sesama, serta menjunjung tinggi prinsip hablum minallah dan hablum minanas.

"Saya titip kepada generasi muda agar terus menebarkan semangat positif kepada masyarakat luas. Itu sejalan dengan peran besar para ulama dan santri dalam perjuangan bangsa di masa lalu," sambungnya.

Dalam peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung semarak itu, berbagai produk karya para santri digelar dalam pameran di Pendhapi Gede. Sedangkan pada pembukaan MTQ, para santri dari berbagai pondok pesantren menampilkan berbagai atraksi kesenian, di antaranya seni beladiri pencak silat.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, ketika membuka MTQ tingkat Kota Solo dan peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Pendhapi Gede Balai Kota.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA