Kemenkes Gandeng Perguruan Tinggi Kembangkan Program Healthy University

Nasional

Rabu, 16 Oktober 2019 | 16:11 WIB

191016161425-kemen.jpg

Tok Suwarto


KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengembangkan konsep Healthy University, dengan menggandeng perguruan tinggi sebagai proyek percontohan. Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, menjadi salah satu perguruan tinggi yang dimanfaatkan untuk optimalisasi pencegahan dan pengendalian penyakit pada kelompok usia produktif.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P3) Kemenkes, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, seusai menandatangani naskah kerjasama dengan Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, Rabu (16/10/2019), menjelaskan, Indonesia saat ini menghadapi transisi epidemiologi yang mengakibatkan masyarakat mengalami beban ganda penyakit.

Di masa transisi itu, terjadi pergeseran pola penyakit, dimana penyakit tidak menular (PTM) meningkat secara signifikan dan menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Pada saat yang sama, penyakit menular (PM) seperti HIV/AIDS, Tuberkulosis, Malaria, DBD, dan lain-lain, belum sepenuhnya teratasi dan masih menjadi momok yang menakutkan.

"Sebagian besar PTM dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya. Faktor risiko utama PTM adalah merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat. Untuk itu, perguruan tinggi sebagai wadah pendidikan generasi muda dan tempat berkumpulnya kelompok usia produktif yang potensial membentuk agent of change, memiliki potensi dan nilai tambah untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” katanya.

Program kampus sehat atau Healthy University, menurut Dirjen P3 Kemenkes itu, merupakan upaya sistematis dan menyeluruh dalam mewujudkan perguruan tinggi sebagai lembaga yang mengintegrasikan kesehatan dalam budaya pendidikan tinggi. Pengintegrasian itu, diharapkan tercermin dalam kegiatan operasional perguruan tinggi sehari-hari, di bidang administrasi pengelolaan dan mandat akademis.

"Harapan kita, program Kampus Sehat dapat menggerakkan sektor pendidikan untuk berperan aktif mewujudkan Indonesia sehat, dengan terlibat langsung dalam upaya-upaya promotif dan preventif di lingkungan perguruan tinggi. Melalui program Kampus Sehat, perguruan tinggi diharapkan membuat kebijakan yang berpihak pada kesehatan, sehingga tercipta masyarakat kampus yang sehat, bugar dan produktif," jelasnya.

Anung menambahkan, indikator yang penilaian program Kampus Sehat antara lain berupa lingkungan yang bersih, sehat dan aman, tersedia sarana dan prasarana yang memenuhi standar keamanan, kesehatan dan ramah disabiltas, terdapat kantin sehat yang menyajikan menu sehat dan sebagainya. Di kawasan kampus juga perlu “Zero Tolerance”, yaitu kawasan tanpa rokok, alkohol, dan napza, serta kawasan bebas kekerasan maupun faktor lain yang terkait dengan kesehatan.

Kemenkes, dalam tahap ujicoba saat ini melaksanakan program Kampus Sehat di 4 universitas, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Andalas, UNS dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil pelaksanaan ujicoba di 4 universitas tersebut akan menjadi masukan dalam penyempurnaan program Kampus Sehat agar dapat diterapkan di semua perguruan tinggi di Indonesia.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA