PT KAI Daop 6 Yogyakarta Rombak Wajah KA Pramek

Nasional

Rabu, 16 Oktober 2019 | 13:08 WIB

191016130906-pt-ka.jpg

Tok Suwarto

Wajah baru rangkaian KA Pramek yang semula "pating blentong", setelah revitalisasi berubah menjadi seragam berwarna dominan putih.

PT KERETA Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap rangkaian kereta api (KA) lokal Prambanan Ekspres (Pramek) relasi Solo Balapan - Yogyakarta sampai Kutoarjo. Wajah rangkaian kereta rel disel (KRD) yang rencananya akan diganti kereta rel listrik (KRL) tersebut, sebelumnya disebut "pating blentong" dengan beragam motif, seperti motif batik, warna kuning  dan warna merah putih tanpa motif, semua dirombak menjadi wajah baru dengan warna seragam dominan putih.

Executive Vice President (EVP) PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto, mengungkapkan, sebanyak empat trainset KA Pramek yang semula bermotif "pating blentong" sudah berubah wajah menjadi berwarna dominan  putih. Revitalisasi rangkaian KA lokal Pramek tersebut, selain  perbaikan pada sisi eksterior berupa pengecatan, perbaikan juga mencakup komponen mesin dan alat bantu lain yang diutamakan.

"Perubahan warna sebetulnya bukan tujuan utama kami. Kami lebih mengedepankan aspek kehandalan sarana dan kenyamanan  pengguna jasa KA Pramek," tandasnya.

Program revitalisasi rangkaian KA lokal tersebut, bertujuan untuk meningkatkan layanan bagi pengguna jasa KA Pramek yang dari tahun ke tahun naik sangat signifikan. Berdasarkan data terakhir,  dalam sehari KA Pramek yang melayani trayek sebanyak 21 trip dengan relasi Yogyakarta - Solo dan Yogyakarta  - Kutoarjo PP, total  mengangkut  2.973.891 penumpang pada 2016, tahun berikutnya 2017 naik menjadi 3.650.144 dan pada 2018 mengangkut sebanyak 3.940.671 penumpang.

"Dalam tahun 2019  mulai awal Januari sampai akhir Agustus 2019, jumlah penumpang Pramek  sebanyak  2.537. 023 penumpang. Jumlah peminat  KA komuter Pramek dari tahun ke tahun kita perkirakan akan terus mengalami peningkatan," sambung EVP PT KAI Daop 6 itu lagi.

Eko menambahkan, dengan dioperasikannya empat armada Pramek saat ini, masih banyak calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket sehingga mereka harus menggunakan KA lain. Revitalisasi rangkaian KA Pramek tersebut, sekaligus untuk mendukung operasional Bandara Yogyakarta International Airport (YAI) maupun operasional Bandara International Adi Sumarmo (BIAS). PT KAi sendiri sudah siap mengoperasikan empat trainset armada KA Bandara untuk melayani ke dua Bandara tersebut, masing-masing dua trainset untuk melayani relasi Solo Balapan - Bandara Adi Sumarmo dan  dua trainset  untuk pelayanan dari Yogyakarta - ke Wojo (Bandara YIA).

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA