Wakil Wali Kota Solo Jadi Wali Pengganti Wisudawan Yatim Piatu

Nasional

Selasa, 15 Oktober 2019 | 18:44 WIB

191015184645-wakil.jpg

Tok Suwarto

Risalno A Ninu bersama Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, yang menghadiri wisuda sebagai wali pengganti orang tua Risalno yang telah meninggal dunia

PERJUANGAN sosok pemuda asal Kota Soe, Nusa Tenggara Timur (NTT) bernama Risalno A. Ninu, dalam menuntut ilmu tergolong luar biasa. Dia rela meninggalkan tempat tinggalnya di NTT untuk melanjutkan sekolah di sebuah perguruan tinggi swasta Universitas Setia Budi (USB) Solo, demi mengejar mimpi dapat menyelesaikan kuliah meskipun hanya di jenjang diploma III. 
Risalno yang bermimpi dapat bekerja di bidang obat-obatan, memilih kuliah program D III Analis Farmasi dan Makanan, USB, yang sebagian mahasiswanya berasal dari kawasan timur Indonesia. Pilihan itu karena Risalno mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga dan bahkan sejak ayahnya meninggal pada 2017 lalu, anak pasangan Martinus Ninu dengan Lusia Aluni itu menjadi yatim-piatu dan hidup sebatangkara di Kota Solo. 
"Saya harus berjuang sendiri di Kota Solo yang jauh dari kampung halaman saya untuk menyelesaikan kuliah. Setelah berjuang selama lima tahun, akhirnya saya lulus pada Oktober 2019 ini," ujar Risalno kepada Galamedianews, menjelang diwisuda di Gedung Grha Saba Buwana, Selasa (15/10 /2019). 
Setelah mahasiswa D III angkatan 2014 itu merampungkan kuliah, dia ingin kelulusan memberi kesan bermakna yang dia harapkan dapat memotivasi anak-anak sebatangkara agar berupaya menuntut ilmu setinggi-tingginya. Menjelang acara wisuda sarjana dan lulusan program diploma USB, Risalno memberanikan diri menghadap Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, sekadar untuk mendampingi saat wisuda sebagai pengganti orang tuanya. 
Lulusan program diploma III berusia 24 tahun yang yatim-piatu itu, tidak mudah mewujudkan keinginannya menghadirkan Wali Kota dalam wisuda. Apalagi, Risalno ingin Wali Kota Solo hadir sebagai wali pengganti orang tuanya yang telah tiada. Dia disyaratkan harus membawa surat pengantar dari kampus dan persyaratan lain yang semuanya dapat dia penuhi. 
"Saya pingin kelulusan saya bermakna dan menjadi sesuatu yang spesial. Makanya, saya memberanikan diri ke Balai Kota, menghadap Bapak Wali Kota untuk menyampaikan keinginan saya. Pas saya ke Balai Kota, Pak Rudy yang sangat sibuk tidak bisa memenuhi permintaan saya. Tetapi bersyukur, Bapak Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo menyatakan bisa menghadiri wisuda," jelasnya. 
Upaya pemuda Kota Soe, NTT yang tidak sia-sia itu memberinya kebanggaan. Karena dia selama ini sudah berjuang sendirian, harus mencari uang sendiri untuk membiayai kuliah dan hidup mandiri di pemondokan yang jauh dari kampung halaman. 
"Saya sungguh bangga akhirnya bisa meraih mimpi menyelesaikan kuliah. Saya berterima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo, karena wisuda merupakan momentum yang sangat berharga sehingga kehadiran pengganti orang tua sangat penting bagi saya," tutur Risalno lagi dengan wajah berseri. 
Setelah lulus kuliah, Risalno menyatakan akan beristirahat sejenak, kemudian akan segera mencari pekerjaan di manapun ada peluang. Dia yakin, dengan bekal ilmu di bidang analis farmasi dan makanan akan dapat menjalani profesinya di manapun berada. 
"Saya menitipkan pesan kepada anak-anak sesama yatim-piatu yang sebatang kara, tetaplah semangat dan ceria dalam menuntut ilmu untuk meraih mimpi. Yakinlah, semangat dan keceriaan akan membuat kita berhasil mencapai cita-cita dan mewujudkan mimpi," ungkapnya. 
Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, menyatakan, keberhasilan Risalno yang yatim-piatu dan berasal dari daerah yang jauh di NTT diharapkan memberi inspirasi bagi anak-anak lain seperti pemuda Kota Soe itu. Keberhasilan kualitas sumber daya manusia seperti itu yang akan menjadikan Indonesia maju. 

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA