Penusukan Wiranto Merupakan Kejahatan Politik

Nasional

Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:59 WIB

191010190116-penus.jpg

FORUM Komunikasi Indonesia Maju (FKIM) Jawa Barat mengutuk keras dan prihatin kejadian penusukan yang terjadi kepada Menkopolhukam Wiranto di kabupaten Pandeglang Banten, Kamis (10/10/2019).

Ketua umum FKIM, Mq Iswara mengatakan, bahwa kejadian ini bukan kebetulan. Pasalnya kata dia, ini menimpa pada pejabat negara yang sebelumnya pernah diancam akan dibunuh.

"Wiranto ini satu dari lima pejabat tinggi negara yang pernah diancam dibunuh, beberapa waktu lalu," kata Iswara saat konfresi press di salah satu cafe di Jalan LLRE Marthadinata, Kamis petang.

Menurut Iswara, dengan kejadian ini pemeritah terutama Polri harus menindak tegas hingga ke akar-akarnya. Jika memang ada, karena bagaimanpun dipastikan ada otak pelaku dibalik kejadian ini.

"Ini pasti ada otak pelakunya ada sutradra dibelakanganya, maka harus ditindak habis Polri jangan ragu-ragu," ucap dia.

Iswara juga menjelaskan, ini adalah kejadian yang luar biasa dan mengagetkan selurus penjuru negara. Karena kata dia, ini baru pertama terjadi selama Indonesia berdiri, karena pada masa order lama dan order baru bahkan pada saat transisi pada era reformasi juga tidak pernah tejadi hal semacam ini.

"Namun kejadian ini juga membuka mata kita bahwa intoleransi dan paham radikalisme masih ada di Indonesia," ucapnya.

Kemudian terkait isu yang menyeruak bahwa kejadian tersebut adalah setingan Iswara membatah keras, kata Dia, terlalu mahal harganya jika kejadian ini merupakan setingan. Hingga saat ini kondisi kritis dan belum sadarkan diri.

"Terlalu mahal kalau ini setingan hingga mengorbakan pak Wiranto yang kondisinya hingga kritis. Tidak mungkin ini merupakan by seting dari salah satu pihak," tuturnya.

Sementara itu Ketua FKIM, Budi Hermansyah menambahkan, bahwa kejadian penusukan Wiranto merupakan kejahatan politik karena menyangkut pada petinggi negara, serta bertepatan momentum politik yang belum selesai.

"Ini bukan kriminal biasa tapi sudah kejahatan politik karena kejadian yang menimpa pada pucuk pimpinan negara," katanya.

Budi menambahkan, kejahatan politik seperti ini bukan dasar dari asumsi ini adalah fakta yang terjadi, pelaku pasti dari satu kelompok dengan biadab menusuk seorang Menkopolhukam.

"Artinya ini bukan urusan pribadi lagi, mungkin ada kebijakan dari pak Wiranto yang tidak sesuai dengan mereka yang pada akhirnya memutuskan dengan cara yang biadab," tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA