Sudah Seminggu, Kebakaran Sampah di TPA Putri Cempo Solo Belum Teratasi

Nasional

Rabu, 9 Oktober 2019 | 19:59 WIB

191009195941-sudah.jpg

Tok Suwarto

BENCANA kebakaran sampah di lokasi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Putri Cempo Solo, yang terjadi di puncak musim kemarau panjang selama seminggu terakhir belum seluruhnya padam. Kebakaran timbunan sampah yang saat ini diperkirakan mencapai 1,6 juta ton dan di permukaan hanya muncul asap pekat, terjadi karena gas metan di bagian bawah bukit sampah terbakar oleh cuaca terik.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkot Solo, Gatot Sutanto, Rabu (9/10/2019), kebakaran di TPA Putri Cempo dapat segera  dipadamkan karena sulit menentukan posisi pusat titik api di dasar timbunan sampah. Sedangkan asap yang muncul ke permukaan, tidak dapat dijadikan patokan untuk memastikan posisi titik api di lahan seluas lebih dua hektar yang terbakar.

"Kemungkinan di bagian bawah permukaan terdapat banyak saluran yang dilewati asap. Sehingga kita sulit memastikan posisi sumber api. Dalam upaya pemadaman kebakaran lahan sampah ini, kita hanya berupaya mengendalikan api jangan muncul ke permukaan," katanya.

Menurut Gatot, pihaknya setiap hari mengoperasikan sebanyak 9 mobil Damkar gabungan dari Dinas Damkar, dari BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dalam sehari rata-rata melakukan pemadaman dua kali. Di antara upaya mencapai titik api agar tidak meluas, sambungnya, pihak Dinas Damkar menyemprotkan air ke lubang-lubang asap menggunakan pipa yang dirancang khusus.

"Cara ini untuk melokalisir titik api agar tidak meluas. Karena hamparan gas metan di bawah permukaan hampir merata," jelasnya.

Di tengah upaya mengatasi kebakaran sampah yang belum sepenuhnya berhasil, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mulai Senin (7/10/2019) membuka Posko Pelayanan Kesehatan di lokasi permukiman sekitar TPA Putri Cempo. Posko tersebut untuk melayani pengobatan bagi warga sekitar TPA Putri Cempo yang terdampak asap kebakaran lahan sampah, terutama gangguan pernafasan.

Pada pelayanan selama sehari, Rabu (9/10/2019), belasan orang warga yang bermukim di Kampung Mojosongo sisi utara TPA Putri Cempo datang ke Posko tersebut. Mereka pada umumnya mengeluhkan gangguan pernafasan, akibat asap kebakaran yang sudah berlangsung lebih seminggu.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA