Menjelang HUT TNI ke-74 Panglima TNI Dapat Kado Gelar Doktor Honoris Causa

Nasional

Kamis, 19 September 2019 | 20:42 WIB

190919204352-menje.jpg

Tok Suwarto

Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, didampingi Ketua Senat dan Sekretaris Senat UNS dan lain-lain, menjelaskan rencana pemberian gelar kehormatan Doktor Honoris Causa kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

MENJELANG Hari Jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-74 tahun 2019, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, SIP, mendapat kado istimewa berupa gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Gelar doktor kehormatan bidang "Manajemen Sumber Daya Manusia" yang akan diserahkan, Jumat (20/9/2019), menurut pertimbangan Senat UNS adalah berdasarkan rekam jejak Panglima TNI yang berasal dari unsur Angkatan Udara tersebut sejak masih menjabat Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adi Soemarmo sampai saat ini.

"Penghargaan doktor kehormatan bidang manajemen sumber daya manusia kepada Panglima TNI, sesuai dengan salah satu pilar UNS, yaitu profesionalisme dan kesejahteraan SDM," ujar Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, kepada wartawan, tentang alasan pemberian gelar tersebut, Kamis (19/9/2019).

Prof. Jamal yang didampingi Ketua Senat UNS Prof. Dr. Adi Sulistyono dan Sekretaris Senat Prof. Dr. Hasan Fauzi dan lain-lain, mengungkapkan, perhatian Panglima TNI terhadap pengembangan SDM melalui pendidikan sangat tinggi, di antaranya dengan mendirikan sekolah unggul SMA Pradita Dirgantara. 

Sedangkan dalam pengembangan ketahanan nasional, Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan pendekatan melalui peningkatan kualitas SDM masyarakat di kawasan perbatasan.

"Itu merupakan pertimbangan, Panglima TNI memang layak mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa di bidang manajemen SDM," jelasnya.

Ketua Senat UNS, Prof. Adi Sulistyono, menambahkan, sebelum senat memutuskan pemberian gelar kehormatan tersebut telah melakukan penelitian dan berdialog dengan Panglima TNI Hadi Tjahjanto beberapa kali. Dalam dialog langsung dengan Marsekal Hadi Tjahjanto, tim Senat UNS menggali informasi tentang konsep ketahanan nasional yang digagas Panglima TNI tersebut.

"Dalam konsep ketahanan nasional yang dikembangkan Marsekal Hadi Tjahjanto, tidak aemata-mata dengan senjata. Tetapi beliau memanfaatkan potensi tentara yang diterjunkan ke masyarakat untuk mendidik masyarakat dengan cara dialogis. Ketahanan nasional dilakukan TNI melalui sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan lain-lain. Ini yang khas pada diri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto," tandasnya.

Pemberian gelar kehormatan doktor honoris causa kepada Panglima TNI ini, di UNS merupakan yang kelima. Sebelumnya, UNS menganugerahkan gelar doktor kehormatan kepada Drs. H Mashud Wisnu Saputro (2006), Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad (2012), Pemimpin Umum Kompas, Drs. Jakob Oetama (2014) dan kepada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, Bambang Setyo Wahyudi (2016).



Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA