Busana Spring Summer Berbahan Lokal Memukau Publik "ASC Fashion Week" New York

Nasional

Kamis, 19 September 2019 | 16:47 WIB

PERANCANG busana asal Kota Solo, Tuty Adib, yang karya-karya rancangannya banyak memanfaatkan bahan baku lokal memamerkan karya bertema  spring summer berbahan kain tenun tradisional asal Balai Panjang, Payakumbuh, Sumatera Barat. Di panggung pameran busana kelas dunia "ASC Fashion Week" yang digelar di New York AS, pada 3 - 13 September 2019, Tuty Adib memanjang 12 gaun panjang dan sepatu karyanya, bersama 10 perancang busana Indonesia lain yang tergabung dalam "Indonesia Modest Fashion  Desainer".

Sepulang dari Negeri Paman Sam tersebut, Tuty Adib mengungkapkan kepada wartawan, Kamis (19/9/2019), dia bersama para anggota "Indonesia Modern Fashion  Desainer" yang diundang "ASC Fashion Week" khusus membawa karya dengan konsep "local to global". Di ajang pameran fashion internasional di New York itu, Tuty Adib mengusung  busana  dengan bahan tenun  tradisional  dengan pengembangan motif baru yang unik dan khusus agar lebih dikenal di dunia internasional.

"Selama ini, kain tenun buatan perajin Balai Panjang hanya  dipakai untuk busana tradisional,  seperti kebaya, baju kurung dan lain-lain, dengan warna-warna khas merah, coklat dan hitam. Dalam konsep baru, kain tenun tradisional saya rancang sebagai busana yang ready to wear, dengan materi yang sama namun warna-warna bukan konvensional tetapi mengikuti perkembangan selera masa kini," jelasnya.

Tuty menyatakan, pameran karyanya di New York tersebut merupakan yang keempat di kancah internasional, setelah sebelumnya dia ikut pameran di Tokyo Modest Fashion,di Dubai dan di Fashion Scout London Fashion  Week 2018. Namun dia menilai, panggung pameran busana di New York yang mengangkat tema  Spring Summer 2020, bisa menampilkan kekuatan keindahan produk lokal ke global karya busana modest wear.

"Di ASC New York Fashion Week 2019 saya mengangkat tema Blossom Minang. Ini merupakan yang kedua saya mengangkat tenun Balai Panjang ke kancah fashion internasional, karena kain tenun Balai Panjang memiliki ciri khas motif yang selalu mengambil inspirasi dari kekayaan seni budaya, flora dan makanan khas Kota Payakumbuh," sambungnya.

Di depan wartawan, Tuty menunjukkan salah satu karyanya yang dia sebut memukau publik New York, yaitu koleksi busana Modest Spring Summer yang diperkirakan akan menjadi tren tahun 2020. Perancang asal Solo itu memilih warna-warna cerah yang terkesan sejuk, sedikit hangat dan warna-warna pastel, seperti peach, cream, beige, neo mint, green, orange, cantaloupe dan putih.

Gaun panjang rancangan Tuty Adib yang juga mengambil fungsi gamis,  dikonsep padu padan dengan celana panjang, outer dan blus yang banyak mewarnai koleksi tersebut. Untuk menguatkan kesan chic feminin elegan dalam rancangannya, Tuty memberikan sentuhan detail bordir dan sematan manik-manik sehingga menambah keindahan koleksi spring summer 2020 tersebut.

 

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA