Demi Keamanan dan Keselamatan Perjalanan KA, Pelanggar Disanksi Push Up

Nasional

Rabu, 18 September 2019 | 15:49 WIB

190918154702-demi-.jpg

Tok Suwarto

SEMAKIN tingginya mobilitas masyarakat dan terus meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas, menjadi pemicu timbulnya permasalahan berupa kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang. Di wilayah PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi 6 (Daop 6) Yogyakarta, hampir setiap bulan dilaporkan terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang, yaitu perlintasan antara jalur rel KA dengan jalan raya.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengungkapkan masalah itu kepada wartawan, di sela sosialisasi keselamatan perjalanan KA di perlintasan sebidang Gilingan, Rabu (17/9/2019). Dia menjelaskan, dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) dan menyambut Hari Kereta Api pada 28 September 2019, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menggelar sosialisasi patuh aturan di perlintasan sebidang, sekaligus operasi penegakan hukum yang melibatkan aparat Polri di lokasi sosialisasi.
 
"Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan disebutkan, pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan ada isyarat lain. Namun kenyataan banyak pengguna jalan raya nekat menerobos palang pintu perlintasan KA yang sudah tertutup. Itu membahayakan dan menjadi penyebab kecelakaan," katanya.

Kecelakaan yang sering terjadi di perlintasan sebidang wilayah Daop 6 Yogyakarta, sambung Eko Budiyanto, karena di wilayah itu terdapat sebanyak 445 perlintasan aktif. Di antara perlintasan tersebut, sebanyak 120 perlintasan dijaga petugas, sedang 240 perlintasan lain tidak dijaga dan terdapat 58 perlintasan liar dengan status tidak resmi.

Selain itu, menurut Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta itu, di wilayah kerjanya juga terdapat perlintasan tidak sebidang berupa flyover dan underpass di sebanyak 27 lokasi. Di lokasi tersebut akhir-akhir ini juga sering terjadi kecelakaan, karena menjadi lokasi swafoto atau selfie dan kegiatan yang membahayakan perjalanan KA.

Kegiatan sosialisasi keamanan dan keselamatan perjalanan KA di perlintasan sebidang di Kota Solo, digelar di tiga lokasi, yakni di Jl.  S Parman (Gilingan), di Jl. RM Said (Pasar Nongko) dan di Jl. Slamet Riyadi (Purwosari). Sehari sebelumnya, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menggelar sosialisasi yang sama di tiga lokasi wilayah Kota Yogyakarta, yaitu di Jl. Timoho, Jl. Lempuyangan dan Jl. HOS Cokroaminoto, Yogyakarta.

Ketika aparat gabungan dari PT KAI, Polri, PT Jasa Raharja, Dinas Perhubungan dan lain-lain melakukan sosialisasi di perlintasan Pasar Nongko, selama sekitar satu jam petugas Satlantas Polri mendapati beberapa pelanggar dan dikenakan sanksi. Namun dalam kegiatan sosialisasi tersebut sanksi yang dijatuhkan agak lunak, yaitu para pelanggar diminta menyanyi lagu perjuangan dan melakukan push up sebanyak 15 kali.

Dalam kegiatan sosialisasi simpatik itu, para petugas yang didukung taruna Akademi Perkeretaapian membagi-bagi bunga kepada pemakai jalan yang terhenti karena akan ada KA melintas di perlintasan sebidang. Menurut Eko Budiyanto, pemberian bunga tersebut sebagai simbol rasa sayang kepada pengguna jalan agar mereka selamat dalam perjalanan.


Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA