BNNK Solo Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Ganja ke Malang

Nasional

Senin, 16 September 2019 | 16:51 WIB

190916163146-bnnk-.jpg

Tok Suwarto

BADAN Narkotika Nasional Kota (BNNK) Solo menggagalkan pengiriman paket narkotika jenis ganja seberat 50 kilogram, yang dikirim seseorang dari Sumatera dengan tujuan Malang, Jawa Timur. Seorang tersangka, yang mengaku bernama Anang Arif alias Mintarjo bin Djuari dan biasa dipanggil "Gundul", sebagai kurir yang dibayar seseorang untuk membawa ganja tersebut ke Malang, diringkus aparat gabungan BNNK Solo dan BNNK Jawa Tengah Solo, saat turun dari bus yang ditumpanginya dari Cilegon, Banten.

Kepala BNNK Solo, Ridho Wahyudi, SH, didampingi Kompol Edison, menjelaskan kepada wartawan, Senin (16/9/2019), pada awal September 2019 pihaknya mendapat informasi dari masyarakat tentang rencana pengiriman ganja dalam jumlah besar. Upaya penyelundupan ganja yang melibatkan jaringan narkotika Sumatera - Jawa tersebut, dengan tujuan Malang melintas jalur darat lewat Solo.

"Pada 3 September 2019 kami mendapat informasi, ada kurir dari Malang yang ditugaskan menjemput barang ke Cilegon. Ternyata kurir tersebut terbang ke Jakarta lewat Bandara Juanda Surabaya pada 10 September 2019 lalu," kata Edison.

Setiba di Bandara internasional Sukarno-Hatta, kurir tersebut dijemput seseorang dan diajak mengambil barang ke Cilegon menggunakan bus. Di Cilegon, "Gundul" sebagai kurir menerima dua buah koper besar berisi paket daun ganja kering yang harus diserahkan kepada seseorang di Malang,

Ketika tersangka "Gundul" yang menumpang bus Rosalia Indah tiba di perhentian bus tersebut di kawasan Gilingan, Solo, aparat gabungan BNNK Solo dan Jawa Tengah meringkusnya. Dari tangan tersangka, aparat BNNK selain menyita dua buah koper berisi 50 paket ganja, masing masing seberat 20 kilogram dan 30 kilogram juga menyita narkotika jenis methampetamine atau shabu seberat 1,6 gram.

Dalam pemeriksaan di BNNK Solo, petugas penyidik mendapat pengakuan ketika melakukan perjalanan dari Malang ke Cilegon baik lewat darat maupun dengan pesawat udara, tersangka menggunakan KTP palsu. Berdasarkan keterangan tersangka, menurut Edison, BNN akan mengembangkan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap jaringan pengedar narkotika yang terlibat dalam penyelundupan tersebut.

Kepala BNNK Solo, Ridho Wahyudi bersama Kompol Edison, menunjukkan kurir pengiriman ganja dan menggelar barang bukti 50 kilogram ganja dan 1,6 gram sabhu sitaan yang akan diselenggarakan lundupkan  ke Malang.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA