PWI Peduli

Operasi Katarak di Rejang Lebong, Hasan: Saya Ingin Baca Alquran Lagi

Nasional

Minggu, 15 September 2019 | 16:20 WIB

190915162204-opera.jpg

ist

Rektor Universitas Yarsi Jakarta Fasli Jalal ketika berbincang-bincang dengan pasien katarak sebelum menjalani operasi di RSUD Rejang Lebong.

SEJAK dua tahun lalu, Hasan Han (51) petani Rejang Lebong, merasa mendapat musibah setelah kedua matanya tidak bisa melihat lagi karena katarak. Dia sering merasa frustrasi ketika ia ingin melihat istrinya dan anak-anaknya yang lucu-lucu.

Sejak penglihatan matanya terganggu, Hasan  juga tidak pernah  membaca Alquran.

“Rasanya kesal terhadap keadaan. Sebenarnya saya juga  pingin baca Quran, ingin mendengarkan suara saya mengaji. Tapi ya bagaimana mata gelap. Saya yakin masih bisa baca Alquran , kalau katarak saya sudah diambil,” tutur Hasan Han, warga Desa Airpikat, Kecamatan Bermaniulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Jumat, 13 September 2019.

Dalam rilis yang dterima galamedianews, Hasan Han adalah salah seorang dari 96  warga yang mendapat layanan operasi katarak gratis atas kerja sama Univeritas Yarsi Jakarta, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, dan RSUD Rejang Lebong, dan Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu di Jakarta.

“Terima kasih, saya mendapat kesempatan operasi katarak gratis di sini. Semoga Allah membalas kebaikan ini,” kata Hasan yang ditemani istrinya, Mulyanah (48) dan anak-anaknya.

Mulyanah berharap setelah operasi katarak, suaminya bisa bekerja seperti semula sebagai buruh tani, dan tidak dituntun-tuntun lagi.

Operasi katarak dipimpin oleh dr Saskia Mokoginta, Sp.M. Menurut Saskia, dokter yang menangani operasi katarak tujuh orang, lima dari Universitas Yarsi, dua dokter dari Bengkulu. Pelaksanaan operasi katarak berjalan lancar.    

Sebenarnya banyak warga yang datang, tapi tidak semua dapat dioperasi antara lain karena tekanan darah tinggi, dan gula darahnya melampai batas aman untuk menjalani operasi. Jadi, warga yang dapat dilayani seluruhnya 96 orang.

Hadir dalam acara pembukaan baksos katarak, antara lain Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat Provinsi Bengkulu se-Jabodetabek Mulyadi Kahar, Ketua Himpunan Keluarga Manna Bengkulu Selatan di Jakarta Dokter Lilian, tokoh masyarakat Rejang Lebong di Jakarta Laksamana Pertama Dr H Faisal Manaf,  Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi, Rektor Universitas Yarsi Prof dr Fasli Jalal, PhD, dan Ketua PWI Peduli Pusat M Nasir yang juga Direktur Kesejahteraan dan Pengabdian Masyarakat Persatuan Watawan Indonesia (PWI) Pusat bersama Ketua Bidang Komunikasi dan Publikasi PWI Peduli Pusat Nurcholis MA Basyari.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang bekerja sama, juga kepada PWI Peduli Pusat yang kerja sama dengan Universitas Yarsi, sehingga bakti sosial berjalan sukses,” kata Fasli Jalal didampingi Wakil Rektor III Universitas Yarsi yang menangani bidang pengabdian masyarakat Dr Himmi Marsiati, Ms.

Penyuluhan
Menurut Ketua Panitia Pelaksana Baksos tersebut, Dr Suhirman Madjid, SE, MSi, Ak, CA, yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Yarsi, bakti sosial (baksos) yang berlangsung dua hari, 13- 14 September itu berhasil melayani operasi katarak gratis 96 orang, sunatan massal 54 anak, penyuluhan dana desa 167 orang, dan penyuluhan kesehatan 160 orang.

Baksos kali ini dilakukan bersama kegiatan penyuluhan penggunaan dana desa dan penyuluhuan kesehatan, serta bela negara.

Dalam penggunaan dana desa bupati Ahmad Hijazi meminta para aparat desa berhati-hati dan jangan sampai masuk penjara.

“Kalau staf desa ada yang masih muda, kuliahkan dengan uang dana desa di jurusn akuntansi supaya bisa menghitung dan membuat laporan dana desa,” kata Hijazi.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA