Lembaga Wakaf MUI Gelar Seminar dan Training Bank Wakaf dan Wakaf Asuransi Syariah

Nasional

Kamis, 12 September 2019 | 14:17 WIB

190912141857-lemba.jpg

LEMBAGA Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI) bekerja sama dengan Bank Muamalat dan AXA Syariah menggelar "Seminar dan Training Bank Wakaf dan Wakaf Asuransi Syariah" di Ballroom Muamalat Tower & AXA Tower,  Jalan Dr. Satrio No 4, Jakarta Selatan, 12-14 September 2019.

Kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta perwakilan dari MUI se-Indonesia, pengelola wakaf, Bazis, dan unsur media ini dibuka oleh Ketua Bidang Ekonomi MUI dan Ketua Lembaga Wakaf, Dr. Lukmanul Hakim, M.Si.

Ketua Penyelenggara Seminar, Sofwan Munawar mengatakan, seminar dan training wakaf dimaksudkan untuk menyosialisasikan program penghimpunan dana umat Islam melalui asuransi wakaf dan bank wakaf yang dimanfaatkan untuk pemberdayaan umat.

"Selama ini ada asumsi di masyarakat bahwa kekuatan lembaga ekonomi itu, yakni bank dan asuransi. Padahal sesungguhnya wakaf merupakan sumber kekuatan ekonomi muslim yang tak akan pernah habis," ungkap Bob, sapaan akrab Sofwan Munawar, di sela-sela acara.

Menurutnya, kekuatan wakaf yang hingga saat ini masih tercatat, di antaranya, yakni Ustman bin Affan dan Tower Ki Morgan dari Sumatera Selatan yang bersiri tegak di Mekkah, sebagai persinggahan jemaah umtah dnn haji asal Indonesia.

Kendati demikian, lanjut Bob, sampai saat ini potensi wakaf umat Islam Indonesia masih belum terkelola dengan  baik, sehingga potensi itu belum dapat dirasakan manfaatnya oleh umat Islam.

"Itulah sebabnya, kami dari Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia Pusat merasa terpanggil untuk menggali potensi ini dan mengelola lembaga yang cocok. Kami kemudian memilih bentuk lembaganya, yakni Bank Wakaf dan Asuransi Wakaf," tutur Bob.

Dijelaskannya, masyarakat berasumsi bahwa wakaf merupakan sebuah sedekah (kebaikan) dalam skala besar, sehingga tidak semua umat dapat berwakaf.

"Mereka mengatakan, wakaf hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki harta kekayaan yang banyak bahkan berlebih. Nah, konsep yang kami luncurkan ini Justru setiap orang bisa wakaf dengan uang kecil dan cara yang sanat mudah," ujarnya.

Dia mencontohkan, misalnya seseorang akan mewakafkan uangnya senilai Rp500 juta, dengan mengikuti Asuransi wakaf, hanya perlu membayar premi sektar Rp300.00,00.

"Kendati usia wakif tidak sampai pada waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian, misalnya karena kematian, sehingga tidak dapat melanjutkan membayar premi, wakafnya tetap terpenuhi karena ada klaim dari Asuransi Wakaf," jelasnya.

Asuransi Wakaf ini, imbuh Bob, merupakan salah satu teknik penghimpunan cepat dengan imfact besar. Paling kecil 10.000. Konsep preminya sepertiga dari harta yang kita miliki. Oleh karena itu, katanya, jika ingin wakaf, maka jangan tunggu esok. Lakukan sekarang dengan ikhlas.

"Caranya, ya wakaflah, menabunglah di Bank Wakaf dan Asuransi Wakaf. Allah akan mencatat niat wakaf kita," ujar Bob seraya mengatakan, konsep ini diprakarsai oleh Ketua Lembaga Wakaf MUI, Moh. Rofiq Thoyib Lubis.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA