LPP RRI Harus Independen dalam Melayani Masyarakat

Nasional

Rabu, 11 September 2019 | 20:38 WIB

190911204041-lpp-r.jpg

Tok Suwarto

Prosesi penyulutan obor Hari Bakti RRI ke-74 di Auditorium Sarsito Mangoenkoesoemo LPP RRI Surakarta yang dilakukan Kepala LPP RRI Surakarta, Rahma Juwita

RADIO Republik Indonesia (RRI) sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) harus siap memberi pelayanan kepada masyarakat secara independen, tanpa pengaruh dan tekanan dari pihak manapun. Hal itu karena RRI lahir di tengah perjuangan bangsa, sehingga harus punya komitmen mempertahankan 4 pilar kebangsaan, yaitu UUD 45, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, mengemukakan hal itu di puncak peringatan "Hari Bakti RRI ke-74" dengan prosesi "Penyulutan Obor" di Auditorium Sarsito Mangoenkoesoemo LPP RRI Surakarta, Rabu (11/9/2019).

"Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, RRI harus independen tanpa pengaruh dan tekanan dari manapun. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, RRI harus tetap memegang prinsip keadilan dan netralitas," ujarnya.

Menyinggung tema "Hari Bakti RRI ke-74 Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi", Achmad Purnomo menyatakan, kebhinekaan merupakan realitas berbangsa di Indonesia yang tidak bisa dipungkiri. Kenyataan itu, katanya, harus dimaknai masyarakat melalui pemahaman multikulturalisme, berlandaskan keragaman etnis yang tak terpisahkan dari bagian bangsa indonesia.

"Bhineka Tunggal Ika yang menjadi perekat kemajemukan bangsa, merupakan alat pemersatu yang harus dipahami maknanya. Kita perlu menyadari, Indonesia terbentuk melalui berbagai perbedaan dan menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang mengutamakan toleransi," tandasnya.

Kepala LPP RRI Surakarta, Rahma Juwita, menjelaskan, tema Hari Bakti RRI ke-74 merupakan pesan moral bagi angkasawan RRI untuk mendedikasikan diri dalam pengabdian demi kemajuan bangsa. Menurut dia, RRI berperan menjaga nilai-nilai Pancasila dengan program-program siaran yang tidak memancing kegaduhan, tetapi menciptakan keteduhan.

"Nilai-nilai Pancasila itu dipresentasikan dalam nilai-nilai budaya Indonesia, dengan berbagai suku, ras dan golongan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," tuturnya.

Rahma Juwita menambahkan, memasuki usia 74 tahun RRI Surakarta mengembangkan program stategis, di antaranya menyelenggarakan program mitigasi bencana "Kentongan", sebagai benteng khusus RRI dalam meningkatkan ketahanan bencana. Pihaknya juga mengintegrasikan layanan siaran RRI Surakarta yang berbasis multi platform, melalui aplikasi "RRI Play" untuk memberi akses masyarakat mendengarkan siaran RRI.

Prosesi penyulutan obor Hari Bakti RRI ke-74 di Kota Solo, dikemas dengan nuansa budaya Jawa. Api obor dibawa lima penari puteri dengan iringan gending karawitan Jawa dan diserahkan kepada Kepala LPP RRI Surakarta, Rahma Juwita. Tepat pukul 11.00 tanggal 11 September 2019, obor Hari Bakti RRI ke-74 di sisi depan panggung disulut bersamaan dengan penyalaan obor di Stasiun RRI se Indonesia.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA