Ketua Dewan Komisioner OJK Dikukuhkan Sebagai Guru Besar FEB-UNS

Nasional

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 22:14 WIB

190824221625-ketua.jpg

Tok Suwarto

Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso, memberikan penjelasan tentang pengukuhan Prof. Wimboh sebagai guru besar tidak tetap bidang manajemen risiko di FEB UNS

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022, Wimboh Santoso, SE, MSc, PhD, akan dikukuhkan sebagai guru besar tidak tetap bidang ilmu manajemen risiko di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Pengukuhan Prof. Wimboh sebagai dosen tidak tetap pada jabatan tertinggi bidang akademik yang akan digelar, Senin (26/8/2019), merupakan yang pertama di UNS.

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, menjelaskan kepada wartawan, Sabtu (24/8/2019) petang, di antara alasan pengangkatan Ketua Dewan Komisioner OJK tersebut sebagai guru besar, karena saat ini UNS sangat membutuhkan keahlian dari Prof. Wimboh. Selain pada tataran konsep teori, menurut Rektor UNS, Prof. Wimboh dinilai sudah matang pada level praktis sejak berkarir di World Bank sampai saat ini.

"Hal ini akan mewarnai riset dan publikasi UNS ke depan dan menjadikan UNS sebagai center of excellent di bidang manajemen risiko. UNS akan sangat terbantu dengan keahlian Prof. Wimboh dalam menghadapi era industri 4.0, saat terjadi disrupsi dalam pengelolaan dan penyelenggaraan perguruan tinggi, utamanya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi," katanya.

Prof. Wimboh Santoso, menyatakan, jabatan guru besar tidak mungkin diraih hanya atas usaha sendiri tanpa keterlibatan pihak lain. Dia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Mohammad Nasir, M.Sc, Ak yang telah menetapkannya sebagai guru besar tidak tetap bidang manajemen risiko di FEB UNS.
Dalam mengukuhannya sebagai guru besar, Prof. Wimboh akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul Revolusi Digital: New Paradigm di Bidang Ekonomi dan Keuangan".

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA