Wali Kota Solo Tanam "Tabebuya" di Calon Lokasi Monumen Ramah Anak

Nasional

Jumat, 23 Agustus 2019 | 13:32 WIB

190823133334-wali-.jpg

Tok Suwarto

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengajak anak-anak menyanyikan lagu khusus anak-anak dengan hadiah sepeda

PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup se Dunia di Kota Solo yang baru dilaksanakan Jumat (23/8/2019) pagi, di Taman Jaya Wijaya Mojosongo, ditandai dengan penanaman berbagai pohon "Tabebuya" di calon lokasi pembangunan monumen "Kota Layak Anak".

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, bersama Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo dan sejumlah pejabat Pemkot Solo, menanam pohon "Tabebuya" jenis daun lebar dan berbunga pink di taman kawasan Perumnas Mojosongo, Kota Solo.

Wali Kota menjelaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini bertujuan membumikan rasa cinta tanaman, cinta Tanah Air dan cinta lingkungan hidup di kalangan generasi muda. Pemilihan lokasi peringatan Hari Lingkungan Hidup di Mojosongo, dikaitkan dengan rencana pembangunan monumen "Kota Layak Anak" yang akan diresmikan pada peringatan Hari Anak Nasional, 10 November 2019.

"Monumen Kota Layak Anak dibangun di Taman Jaya Wijaya, karena kawasan Taman Jaya Wijaya kita kembangkan sebagai ruang terbuka hijau dengan hutan kota. Setelah ada monumen, kita harapkan Taman Jaya Wijaya menjadi destinasi wisata khusus bagi anak-anak," katanya.

Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup dengan tema "Biru Langitku Hijau Bumiku" tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo memberikan dukungan bibit tanaman termasuk ratusan batang tanaman cabai. Bibit tanaman cabai yang diserahkan Kepala KPw BI Solo, Bambang Pramono, dibagikan kepada warga Mojosongo untuk gerakan "Tanam Cabai di Pekarangan" untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Di saat harga cabai mahal seperti saat ini, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan dengan menanam cabai di pekarangan. Bagi pemerintah, hasil tanaman cabai di pekarangan akan berdampak menurunkan harga cabai sekaligus menekan laju inflasi," tutur Bambang.

Di tengah kegiatan Hari Lingkungan Hidup yang semarak, Wali Kota Solo mengajak anak-anak siswa SD untuk menyanyikan lagu anak-anak dengan hadiah sepeda. Selain itu, para siswa sejumlah SD dan SMP, di antara grup musik SMP Regina Pacis Solo, memainkan instrumen musik yang bernama "Rangkas" atau barang bekas galon air dan botol.

Permainan musikalitas di kalangan anak-anak menggunakan barang-barang bekas tersebut, bertujuan melatih generasi muda agar terbiasa mengurangi sampah plastik yang merusak lingkungan.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA