Asap Rokok Berpengaruh pada Stunting

Nasional

Rabu, 21 Agustus 2019 | 20:26 WIB

190821201748-asap-.jpg

net

Ilustrasi.

MASALAH asap rokok yang berpengaruh terhadap janin di kandungan dan kekurangan gizi yang berdampak stunting atau pengerdilan pada anak-anak, kini juga menjadi tanggung jawab bapak-bapak dalam rumah tangga. Bahkan, suatu saat perlu ada gerakan kakek nenek sadar gizi dan tanpa asap rokok, karena banyak keluarga yang kakek atau neneknya mengisap merokok.

"Sekarang ini jangan ada lagi anak-anak kekurangan gizi yang menjadikan kerdil. Selain itu, juga jangan ada lagi ibu yang kehamilannya bermasalah gara-gara bapaknya atau kakeknya merokok," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, di depan peserta sosialisasi "Gerakan Bapak Sadar Gizi untuk Mencegah Stunting" yang digelar Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Rabu (21/8/2019).

Hadi berpendapat, masalah kesehatan ibu hamil bukan hanya akibat pengaruh asap rokok, tetapi juga minuman keras (Miras). Dia menegaskan, meskipun bapak-bapak tidak merokok, kalau dia terbiasa minum "ciu" tetap akan berpengaruh buruk terhadap ibu hamil.

"Jangan ada lagi kasus kehamilan yang terlambat ketahuan akibat ada anggota keluarga yang meroko atau minum ciu. Walaupun tidak merokok kalau minum ciu ya percuma. Kalau sampai terjadi masalah kehamilan, dokter  terpaksa menggugurkan kandungan untuk menyelamatkan ibunya," ungkapnya.

Dalam visi misi Pemkot Solo bidang kesehatan ibu hamil dan melahirkan yang disebut "Waras", menurut Hadi, maknanya adalah sehat saat bayi dikandungan juga sehat saat dilahirkan. Dalam kaitan itu,  Pemkot Solo memfasilitasi ibu hamil dengan cek rutin laboratorium gratis dan pemeriksaan kandungan gratis.

Bagi keluarga tidak mampu,  Pemkot Solo membiayai iuran KIS dari APBD. Program itu supaya keluarga miskin tidak terbebani biaya kesehatan dan tidak kembali jatuh miskin.

Kepala DKK Solo, dokter Siti Wahyuningsih, mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan tentang adanya kasua stunting di Kota Solo. Dalam upaya mencegah timbulnya kasus baru, pemerintah melakukan gerakan "Bapak Sadar Gizi untuk Mencegah Stunting", karena masalah gizi keluarga bukan hanya tanggung jawab ibu-ibu tetapi juga bapak-bapak.

"Bapak-bapak perlu sadar gizi dengan cara mengurangi kebiasaan merokok. Daripada uang untuk membeli rokok, lebih baik digunakan untuk menambah gizi keluarga yang masih rendah. Dampaknya, secara ekonomi keluarga semakin kuat dan derajad kesehatan juga meningkat karena bebas asap rokok," jelasnya.

Sosialisasi gerakan "Bapak Sadar Gizi untuk Mencegah Stunting" yang diikuti para camat, lurah, ketua LPMD, kepala Puskesmas dan lain-lain se Kota Solo, diawali dengan pentas fragmen drama tentang masalah gizi dan pengaruh asap rokok dalam keluarga. Pementasan fragmen drama yang dikemas secara segar dengan gaya humor itu, bertujuan agar pesan-pesan untuk menyadarkan bapak-bapak dapat tercapai.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA