Jalur Rel Ganda Solo-Kedung Banteng Akhirnya Tersambung Seluruhnya

Nasional

Selasa, 20 Agustus 2019 | 16:03 WIB

190820160436-jalur.jpg

Tok Suwarto

Suasana switch over jalur ganda rel KA antara Solo Jebres-Palur yang menandai beroperasinya jalur rel ganda lintas selatan antara Solo-Kedung Banteng

PROYEK jalur rel ganda atau double track sepanjang 42 kilometer yang membentang antara Stasiun Solo Balapan sampai Stasiun Kedung Banteng yang tersendat pengerjaannya pada ruas Stasiun Solo Jebres dengan Stasiun Palur, mulai Selasa (20/8/2019) akhirnya tersambung seluruhnya. Dimulainya pengoperasian jalur rel ganda tersebut, ditandai dengan switch over antara Stasiun Palur di wilayah Kabupaten Karanganyar sampai Stasiun Solo Jebres (Solo), yang melintasi jembatan kembar baru di atas Sungai Bengawan Solo.

Kepala sub Direktorat (Kasubdit) Jalur dan Bangunan Kereta Api (KA) Wilayah I, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Bram Hertasning, ketika menyaksikan proses switch over jalur ganda Palur-Jebres, di perlintasan sebidang Ledoksari, Selasa (20/8/2019) pagi, menyatakan, ruas jalur ganda lintas selatan Solo Balapan-Kedung Banteng antara Palur dan Jebres, merupakan switch over yang terakhir dari seluruh rangkaian proyek. Setelah proses switch over tersebut, jalur ganda lintas selatan mulai Rabu (21/8/2019) sudah bisa beroperasi secara penuh.

"Setelah jalur ganda ini dioperasikan akan bisa meningkatkan kapasitas perjalanan KA. Jadwal perjalanan KA di jalur ganda Solo-Kedung Banteng akan bisa bertambah, sehingga pelayanan kepada masyarakat di waktu mendatang juga bisa lebih baik lagi,” kata Bram Hartasning.

Selain jalur ganda Solo-Kedung Banteng yang telah dioperasikan, menurut Kasubdit Jalur dan Bangunan KA Wilayah I itu, proyek pembangunan jalur ganda antara Stasiun Kroya sampai Stasiun Kutoarjo akan selesai pad6akhir tahun 2019. Dia mengungkapkan, meskipun dalam proyek tersebut sempat ada kendala keterlambatan material, akhirnya bisa diatasi dan secara umum pembangunan jalur ganda tidak ada kendala berarti.

”Untuk mengoperasikan jalur rel KA kita harus memastikan seluruhnya dalam kondisi aman. Persyaratan dan standar teknis tersebut harus terpenuhi,” sambung Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan jalur rel ganda Solo-Kedung Banteng, Aris Sujiatmoko, yang mendampingi Bram Hertasning.

Dia menjelaskan, pembangunan jalur rel KA harus melalui proses pengujian dan rekomendasi teknis. Seluruh proses dalam pembangunan jalur ganda antara Solo-Kedung Banteng yang dimulai tahun 2017 dapat selesai tepat waktu dan dapat beroperasi sesuai target.

Saat dilaksanakan switch over tersambungnya jalur ganda Solo-Kedung Banteng, KA pertama yang melintas di jalur antara Solo Jebres-Palur adalah KA Sancaka. Jika proyek jalur lintas raya selatan antara Stasiun Kutoarjo sampai Kedung Banteng telah dobel track secara penuh, kecepatan KA yang melintas di jalur tersebut bisa maksimal.

Executive Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops 6 Yogyakarta, Eko Purwanto, mengemukakan, pihaknya akan berkoodinasi dengan pemerintah daerah agar dapat mengakomodir kegiatan angkutan yang menggunakan KA. Beroperasinya jalur ganda Solo-Kedung Banteng akan segera diikuti perpanjangan layanan KA Prameks yang selama ini hanya sampai Solo Balapan akan ditarik sampai Palur.

"Dengan begitu, diharapkan bisa memberikan dampak kebangkitan KA di daerah. Paling lambat awal tahun 2020 depan kita laksanakan, karena kita harus menyiapkan berbagai hal untuk pelayanan," jelasnya.

Perpanjangan perjalanan KA Prameks sampai Stasiun Palur, sambung Eko, diharapkan bisa memecah konsentrasi penumpang agar tidak hanya naik dari Stasiun Solo Balapan dan Purwosari, tetapi juga dari Palur dan Solo Jebres. Kebijakan itu, selain untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di Kota Solo juga membuka akses agar masyarakat lebih mudah menggunakan jasa KA.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA