Staf Khusus Presiden untuk Papua Minta Dalang Kerusuhan Ditangkap

Nasional

Selasa, 20 Agustus 2019 | 14:12 WIB

190820141328-staf-.jpg

wartakota

STAF Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya, meminta kepolisian menindak tegas pihak-pihak yang melakukan penghinaan hingga persekusi kepada masyarakat Papua di Jawa Timur. Sebab menurut Lenis, peristiwa di Surabaya menjadi salah satu pemicu kericuhan di Manokwari, Papua.

"Saya minta kepolisian, setiap asrama di mana minta dijaga. Ormas manapun yang mengganggu, provokatornya harus ditangkap. Siapapun dia," kata Lenis usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta seperti dikutip dari liputan6.com, Selasa (20/8/2019).

Menurut dia, tindakan hukum terhadap oknum yang telah melakukan penghinaan kepada warga Papua harus dilakukan. Hal ini untuk menghindari agar masalah tersebut terjadi lagi.

"Jangan dibiarkan. Itu yang membuat ke depan tidak terjadi lagi," ujar dia.

Lenis meminta agar semua pihak sama-sama mengendalikan diri agar permasalahan ini tak semakin meluas. Dia berharap tak ada gesekan-gesekan antar suku.

"Saya minta warga Indonesia tidak ada perbedaan hitam putih, warna. Kita satu. kita anak bangsa yang sama. Wajib kita jaga negeri kita tercinta," jelasnya.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua itu mengaku akan bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa untuk membahas masalah yang dihadapi mahasiswa Papua di Surabaya. Pertemuan akan digelar di Kota Pahlawan itu.

"Hari ini mungkin jam satu saya akan terbang ke Surabaya, mungkin agak sore, kami akan (melakukan) pertemuan untuk Gubernur Jawa Timur," tutur Lenis.

Sebelumnya, kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Senin, 19 Agustus 2019. Massa membakar Gedung DPRD Manokwari dan beberapa fasilitas umum. Tak hanya di Manokwari, unjuk rasa juga terjadi di Jayapura.

Kedua aksi ini ditengarai akibat kemarahan masyarakat Papua sebagai buntut dari peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur serta Semarang Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA