RSUD Bung Karno untuk Layani Kesehatan "Pak Marhaen"

Nasional

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 18:59 WIB

190817184416-rsud-.jpg

Tok Suwarto

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo bersama Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, meninjau ruang rumah sakit baru seusai soft launching RSUD Bung Karno

 PERINGATAN Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 tahun 2019 ini, menjadi hari istimewa bagi Kota Solo. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo bersama Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo dan pejabat Muspida Surakarta yang masih mengenakan pakaian dinas upacara (PDU), secara khusus mengikuti upacara peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di kawasan bekas lokalisasi WTS Silir, Kampung Mojo, Kec. Pasar Kliwon, yang diberi nama RSUD Bung Karno. 

"Kenapa peresmian RSUD Bung Karno ini kok tanggal 17 Agustus. Karena dalam pidatonya Bung Karno mengatakan begini, saya punya cita-cita Pak Marhaen Pak Marhaen dan keluarganya bisa menikmati listrik, bisa mendengarkan radio, bisa melihat bersama keluarganya bisa menikmati listrik, bisa mendengarkan radio, bisa melihat televisi dan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Itulah alasannya RSUD ini diresmikan tanggal 17 Agustus. Di RSUD dengan nama Bung Karno ini, pemerintah hadir agar warga Kota Solo bagian selatan mendapat pelayanan kesehatan di sini,” terangnya, Sabtu (17/8/2019). 

Hadi Rudyatmo menjelaskan hubungan antara nama Bung Karno dengan tanggal peresmian RSUD kedua di Kota Solo itu, sebelum menandatangani prasasti peresmian dan pembukaan selubung patung duduk Bung Karno setinggi sekitar 3 meter, di halaman depan rumah sakit baru tersebut. 

Bertambahnya fasilitas kesehatan rumah sakit tipe C di Kota Solo, menurut Wali Kota diharapkan layanan kesehatan bagi warga Kota Solo lebih baik. Dia yakin, fasilitas kesehatan yang dibangun Pemkot Solo akan menjadikan warga Kota Solo sehat, seusai visi misi bidang kesehatan "waras" atau sehat. 

"Semoga masyarakat Solo sehat semuanya. Kehadiran RSUD Bung Karno di Kampung Mojo ini, akan bisa mengubah sosial dan ekonomi masyarakat Semanggi. Wajah lingkungan Silir yang kurang baik akan menuju lingkungan Semanggi  yang harmonis," sambungnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, dokter Siti Wahyuningsih, melaporkan, RSUD Bung Karno berdiri di atas lahan seluas 11.116 meter persegi.  Luas bangunan yang terdiri dari enam lantai, seluruhnya 18.639 meter persegi, dibangun dengan dana APBD Kota Solo senilai Rp 192 miliar. 

Menurut Kepala DKK Solo, peresmian RSUD Bung Karno saat itu masih soft launching. Meskipun   izin operasional rumah sakit sudah didapat, rumah sakit belum beroperasi penuh karena masih harus melengkapi syarat administratif yang kini dalam proses. 

"Salah satu syarat tersebut adalah surat izin praktek untuk seluruh tenaga medis. Selain itu RSUD Bung Karno juga tengah mengupayakan percepatan pengurusan kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)Kesehatan. Jika itu semua telah terpenuhi, RSUD Bung Karno akan segera beroperasi untuk melayani pasien peserta JKN dan pemegang KIS," ungkapnya.  

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA