Peserta Program Mahasiswa Wirausaha ISI Surakarta Didorong Jadi Job Creator

Nasional

Selasa, 23 Juli 2019 | 22:04 WIB

190723220532-peser.jpg

Tok Suwarto

Para mahasiswa peserta Program Mahasiswa Wirausaha ISI Surakarta saat mengunjungi para pengusaha kreatif yang sukses mengembangkan usaha dan berdiskusi dengan mereka

PARA mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang menekuni studi seni budaya didorong menggembangkan jiwa wirausaha agar setelah lulus tidak mencari pekerjaan tetapi dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Program pengembangan entrepreneurship atau kewirausahaan tersebut, merupakan salah satu program yang ditanamkan kepada para mahasiswa ISI Surakarta dalam menyongsong Indonesia Maju.

Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kewirausahaan ISI Surakarta, Wahyudiarto, mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

"Program ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap atau jiwa wirausaha berbasis ipteks kepada para mahasiswa. Kita berharap para mahasiswa ISI Surakarta dapat mengubah pola pikir dari pencari kerja atau job seeker menjadi pencipta lapangan pekerjaan atau job creator. Perubahan pola pikir itu akan dapat menjadikan mereka pengusaha yang tangguh dan sukses menghadapi persaingan global," katanya.

Wahyudiarto menegaskan, semakin banyak lulusan ISI Surakarta yang mengembangkan kewirausahaan, akan terjadi penurunan pengangguran lulusan pendidikan tinggi. Dalam upaya mendorong tercapainya tujuan tersebut, katanya, tim Pokja Kewirausahaan ISI Surakarta berkerjasama dengan Goethe Institute.

"Pada tahun 2019 ini sebanyak 31 mahasiswa lolos seleksi penerima dana hibah dari Program Mahasiswa Wirausaha DIPA ISI Surakarta. Mereka pada hari ini mengadakan road trip ke beberapa tempat untuk melihat ruang-ruang budaya, serta bertemu dengan wirausaha bisnis kreatif yang bisa menjadi referensi dan menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan usaha setelah mereka lulus," jelasnya.

Dalam road trip tersebut, ke-31 mahasiswa peserta Program Mahasiswa Wirausaha mengunjungi industri kreatif Batik Soul Guitars, di Ngenden, Sukoharjo. Di tempat itu para mahasiswa berdiskusi dengan pengusaha kreatif Guruh Sandi Utomo yang berhasil mengembangkan usahanya.

Selain itu, para mahasiswa mengunjungi pengusaha tas kulit "Salawase Bags", di Klodran, Karanganganyar, ke "Dapur Saffron Resto & Meatshop", di Kampung Baru Solo dan di "Rempah Rumah Karya", di Paulan Kulon, Colomadu.

"Setelah berdiskusi dengan para pengusaha kreatif yang sukses melalui kegiatan ini, kita harapkan para mahasiswa mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan pelajaran tentang cultural entrepreneurship. Dengan begitu mereka terinspirasi untuk mengembangkan model bisnis yang tepat," sambung Wahyudiarto.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA