Pemerintah Jaga Iklim Usaha, Produsen Elektronika Tambah Kapasitas

Nasional

Selasa, 16 Juli 2019 | 17:23 WIB

190716172433-pemer.jpeg

ist

INDUSTRI elektronika di dalam negeri semakin tumbuh dan berkembang. Geliat positif ini ditunjukkan adanya penambahan investasi dan kapasitas produksi.

Hal ini ditopang komitmen dan kebijakan pemerintah yang terus berupaya menciptakan iklim usaha kondusif di Tanah Air. “Salah satu realisasinya adalah PT Sharp Electronics Indonesia, yang kembali menambah lini produksinya untuk mesin cuci satu tabung (full auto) dengan kapasitas mencapai 120 ribu unit per bulan atau 1,4 juta per tahun,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pada Peresmian Lini Produk Baru Pabrik Mesin Cuci PT Sharp Electronics Indonesia di Karawang International Industrial City (KIIC), Selasa (16/7/2019).

Lini produksi yang diresmikan merupakan investasi baru sebesar Rp40 miliar yang merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pengoptimalan produk dalam negeri serta penguatan daya saing manufaktur nasional di kancah global melalui kegiatan ekspor. “Inisiatif Sharp Indonesia ini membantu bisnis ekspor manufaktur nasional khususnya sektor elektronika,” ungkapnya.

Industri elektronika telah ditetapkan sebagai salah satu sektor industri prioritas dalam Making Indonesia 4.0.  Dengan menjadikan industri elektronika sebagai salah satu champion dalam peta jalan itu, diharapkan strategi pengembangannya dapat diakselerasi sehingga struktur industri elektronika dalam negeri bisa diperdalam lagi.

“Pemerintah sudah memberikan prioritas untuk industri elektronika, targetnya adalah memperdalam struktur industri elektronik, misalnya mendorong industri Internet of Things (IoT). Jadi kami akan terus menarik investasi di bidang industri elektronika,” papar Airlangga.

Menurutnya, perluasan lini produksi mesin cuci tersebut telah membuktikan bahwa Indonesia merupakan basis produksi yang strategis bagi pengembangan bisnis Sharp secara global. Beroperasinya lini baru produk mesin cuci Sharp mengikuti lini produksi kulkas, mesin cuci, dan LED TV di Karawang yang secara total telah menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.
 
“Untuk mesin cuci, sudah buatan lokal dalam negeri. Sharp sudah 50 tahun memiliki pabrik di Indonesia sehingga untuk Tingkat Kandungan Dalam Negeri tidak perlu didorong-dorong lagi oleh pemerintah,” katanya.

Oleh karena itu, Menperin memberikan apresiasi terhadap PT Sharp Electronics Indonesia yang semakin mantap menghadapi pasar global. “Ke depan, saya harapkan Sharp terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional dan mampu meningkatkan daya saing untuk berkompetisi di tingkat global,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menperin mengungkapkan, pemerintah baru-baru ini mengeluarkan kebijakan insentif pajak terbaru berupa mini tax holiday dan super tax deduction untuk sektor industri. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas PP Nomor 94 Tahun 2010 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak Dan Pelunasan Pajak Penghasilan Dalam Tahun Berjalan tersebut didasari upaya pemerintah untuk mendorong investasi pada industri padat karya, keterlibatan industri dalam penyiapan SDM yang berkualitas, serta industri melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan yang mendukung inovasi.

Pemerintah memberikan insentif pajak sebesar hingga 200% dari jumlah biaya yang dikeluarkan industri dalam menyelenggarakan kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan/atau pembelajaran dalam rangka peningkatan SDM berbasis kompetensi tertentu. Selain itu pemerintah memberikan insentif serupa dengan nilai maksimal 300% dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia. “Insentif ini diberikan untuk inovasi yang diterapkan dan dapat dikomersialisasikan, misalnya dalam produksi mesin cuci ini. Kita ingin Indonesia menjadi basis R&D perusahaan,” kata Menperin.

Airlangga menyatakan, pemerintah sangat serius mengelola dan memperbaiki iklim usaha industri melalui kebijakan-kebijakan yang mendukung. “Ini agar para investor tidak ragu untuk terus beraktivitas dan memperluas industrinya di Indonesia,” tandasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA