Pemprov Jabar Bakal Bangun 13 Creative Hub Baru Hingga 2020

Nasional

Senin, 15 Juli 2019 | 14:32 WIB

190715143356-pempr.jpg

Humas Setda Kota Bandung

Bandung Creative Hub

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menargetkan akan membangun creative hub baru di 13 kabupaten/kota di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil juga akan menandatangani Peraturan Gubernur yang menjadi dasar pendirian Badan Ekonomi Kreatif di 27 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat.

Jawa Barat merupakan provinsi yang terdepan dalam ekonomi kreatif. Salah satu indikatornya adalah  Jawa Barat merupakan satu-satunya provinsi yang telah memiliki Peraturan Daerah Ekonomi Kreatif.

“Mohon maaf kami mendahului Undang-undang ekonomi kreatif yang saat ini belum disahkan. Karena bagi kami Perda ini sifatnya darurat,”ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam Kegiatan Sosialisasi Perpres no. 142 tahun 2018 tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional tahun 2018-2025 di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Wartawan PR, Tia Dwitiani Komalasari menyebutkan, saat ini Jawa Barat telah memiliki satu creative hub yang terletak di Bandung. Selanjutnya creative hub tersebut akan didirikan di seluruh kota/kabupaten yang ada di Jawa Barat.

Pada 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan creative hub di enam daerah yaitu Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Subang.

Sementara pada 2020, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan creative hub di tujuh daerah yaitu Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Sumedang.  

“Dengan demikian total akan ada 14 creative hub di Jawa Barat sampai dengan tahun 2020,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan, ekonomi kreatif memegang peranan penting bagi provinsi Jawa Barat. Sepertiga dari ekspor Jawa Barat merupakan produk dari ekonomi kreatif.

“Kalau manufaktur, sering terpengaruh dengan isu global. Lain halnya dengan ekonomi kreatif, yang bisa menjadi andalan dan digerakan oleh generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf mengaku tengah mempersiapkan kawasan industrik keratif dengan luas tanah 5000 hektar yang terpisah. Kawasan tersebut akan didirikan di dekat ibu kota dengan enam sub sektor yaitu film, kuliner, musik, fesyen, kriya, dan gim.

“Jadi nanti akan ada BCD (Bekraf creative District) fil, BCD musik, dan sebagainya. Di setiap district akan ada sekolah, perumahan, dan sarana lainnya yang mendukung  industri kreatif tersebut,” ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA