Rektor UNS: Selera Humor Prof. Supanto Bisa Ubah Wajah Serius KPK

Nasional

Sabtu, 13 Juli 2019 | 18:34 WIB

190713183452-rekto.jpg

Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, menanggapi pencalonan Prof. Dr. Supanto sebagai pimpinan KPK

MANTAN Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. Dr. Supanto, yang ikut dalam persaingan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat dukungan Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho.
Sebelum maju dalam pencalonan,  Prof. Supanto, yang merupakan salah seorang pakar hukum pidana menemui Prof. Jamal yang juga berasal dari FH UNS, menyampaikan keinginan ikut mencalonkan diri.

"Keinginan itu bagus karena Prof. Supanto memang pakar hukum pidana dan korupsi itu ya tindak pidana. Itu berarti kalau Prof. Supanto terpilih berarti merupakan the right man in the right place. Kami mendukung dan mensupport. Apa yang dibutuhkan termasuk rekomendasi saya siapkan," ujar Prof. Jamal Wiwoho kepada wartawan, Sabtu (13/7/2019).

Rektor UNS itu melihat, kini saatnya orang-orang terbaik di UNS menasional, menampakkan diri setelah tidur panjang. Sehingga jika setiap orang terbaik di UNS  muncul di tingkat nasional, nama UNS secara kelembagaan akan ikut terangkat.

Jamal yang sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), menyatakan, dia bisa melihat perguruan tinggi yang baik di mana, manajemen dan sarana prasarananya seperti apa dan sebagainya.

Prof. Supanto, menurut Jamal, mendapat dukungan penuh pimpinan UNS karena dari 300-an orang yang mendaftar kini tersisa 190-an orang yang lolos seleksi administrasi. Dalam seleksi berikutnya, katanya, akan disaring menjadi 10 orang dan terakhir hanya diambil lima orang sebagai pimpinan KPK.

"Dalam pencalonan kali ini ada tiga orang lama pimpinan KPK, yaitu  Basaria Panjaitan, Alexander Marwata dan Laode M Syarif merupakan orang-orang baik. Ketiganya punya persiapan matang dan pengalaman empat tahun di KPK. Tetapi Prof.  Supanto juga punya pengalaman manajerial, selain pernah jadi dekan juga pernah jadi saksi ahli kasus hukum pidana," jelasnya.

Rektor UNS itu menyebutkan, Prof. Supanto merupakan salah seorang guru besar dan mantan pimpinan yang punya selera humor tinggi. Dalam kaitan itu, dia berharap kehadiran Prof. Supanto di KPK bisa mengubah wajah serius  lembaga anti rasuah itu bisa berkurang, tanpa mengurangi substansi KPK sebagai garda terdepan dalam memerangi korupsi di Indonesia.

Jamal juga menyoroti, selama ini dipersepsikan deputi di KPK yang paling menarik  adalah deputi penindakan, di antaranya yang terbaru berita tentang penangkapan Gubernur Kep. Riau. Padahal deputi lain, katanya, di antaranya deputi pencegahan juga bekerja luar biasa, tetapi banyak orang tidak tahu hasil kerja deputi itu sehingga tidak setenar deputi penindakan.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA