Masyarakat Anggap BI Sama dengan Bank Komersial Umum

Nasional

Selasa, 25 Juni 2019 | 22:06 WIB

190625220938-masya.jpg

Tok Suwarto

Para siswa SMK Negeri 2 Kuningan Jawa Barat, ketika mengikuti edukasi tentang kebanksentralan di KPw BI Solo

KEPALA Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo,  Bakti Artanta, mengungkapkan, pemahaman masyarakat terhadap peran dan tanggung jawab BI sangat terbatas. Sebagian orang melihat operasional dan kebijakan BI hanya bersinggungan dengan perbankan dan korporasi, serta fungsi koordinasi dengan pemerintah.
 
"Tidak sedikit masyarakat yang menganggap BI sama dengan bank komersial secara umum. Sebagian orang menganggap menabung, pinjam uang atau mengajukan kredit bisa dilakukan di BI," ujar Bakti Artanta, ketika menerima siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kuningan, Jawa Barat, dalam kegiatan edukasi kebanksentralan di aula KPw BI Solo, Selasa (25/6/2019).

Bakti Artanta mengungkapkan, keterbatasan pemahaman masyarakat tersebut berakibat edukasi kebanksentralan tidak mudah. Namun BI terus berupaya memberikan pemahaman yang benar peran BI terhadap perekonomian nasional.

"Edukasi kepada generasi muda  saat ini, adalah untuk mengenalkan visi, misi, ruang lingkup tugas dan peran Bank Sentral dalam berkontribusi terhadap perekonomian nasional," jelasnya.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, sebanyak 300 siswa siswi SMK Negeri 2 Kuningan, mendapatkan materi tentang kebanksentralan, seperti tiga pilar utama tugas Bank Indonesia sebagai Bank Sentral, pengenalan tentang  Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah atau CIKUR melalui Gerakan 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang, dan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) maupun Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Narasumber kegiatan edukasi selain dari KPw BI Solo, juga melibatkan Duta Rupiah yang selama ini aktif menggelar edukasi kebanksentralan.

Selain materi pokok edukasi tentang kebanksentralan, para siswa SMK Negeri 2 Kuningan juga diedukasi tentang cara memperlakukan uang rupiah dengan baik. Para siswa diharapkan membiasakan diri dengan "5 J" terhadap uang rupiah, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distaples, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi,  serta "3 K" yaitu Kudapat, Kusimpan, dan Kusayang.


Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA