KPK Perluas Upaya Pencegahan Korupsi Lewat Platform JAGA

Nasional

Sabtu, 15 Juni 2019 | 22:47 WIB

190615224928-kpk-p.jpg

Tok Suwarto

Spesialis Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Utama KPK, Wuryono Prakoso, menjelaskan upaya pencegahan tindak pidana korupsi menggunakan platform JAGA

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar workshop tentang upaya pencegahan tindak pidana korupsl di bidang kesehatan melalui platform "JAGA", yang diikuti unsur dari Dinas Kesehatan Kota Solo, perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat, dosen, guru, mahasiswa, serikat pekerja dan perwakilan asosiasi profesi bidang kesehatan.

Dalam workshop di Politeknik Kesehatan (Poltekes) Mojosongo, Sabtu (14/6/2019) tersebut, KPK memberikan pemahaman kepada para pengguna platform "JAGA" dalam memanfaatkan data keikutsertaan dan Iayanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pelatihan dengan tema "lmplementasi JAGA Untuk Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas” tersebut, sasarannya adalah untuk optimalisasi platform" "JAGA" dengan mengedukasi pencegahan korupsi dan advokasi permasalahan pelayanan publik di sektor kesehatan.

"Resistensi tindak pidana korupsi di bidang kesehatan, diharapkan dapat dicegah melalui penyadaran kepada masyarakat. Kegiatan implementasi penggunaan JAGA di Solo ini untuk mengedukasi masyarakat dalam pencegahan korupsi di sektor kesehatan. Dari pelatihan ini, KPK berharap memperoleh perwakilan masyarakat lokal yang paham serta dapat menggunakan JAGA sebagai sarana advokasi dan edukasi kepada masyarakat," ujar Wuryono Prakoso, Spesialis Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Utama KPK, di sela workshop, di kampus Poltekes Kampung Ngadisono, Solo.

Salah seorang pembicara, Indira Malik dari KPK, mengungkapkan, sejak platform JAGA diluncurkan sampai saat ini dari peserta JKN yang tercatat di BPJS sekitar 221 juta, baru sebanyak 13.000 lebih yang mengakses aplikasi tersebut. Dia berharap melalui workshop dapat menambah jumlah pengguna aktif JAGA secara signifikan.

"Hasil percontohan workshop di Solo ini diharapkan dapat menjadi cerita sukses penggunaan JAGA, sebagai dasar untuk implementasi di daerah Iain dan bahan evaluasi untuk pengembangannya," jelasnya.

Menyinggung platform JAGA, Wuryono menyebutnya sebagai bentuk baru pencegahan korupsi masa depan dengan berbasis digital. Menurut dia, KPK memahami perlunya pemberdayaan terhadap target pengguna JAGA agar dapat memanfaatkan seluruh data secara optimal.

"Oleh sebab itu, KPK memberikan serangkaian kegiatan implementasi penggunaan JAGA dalam pencegahan korupsi. KPK berharap selanjutnya masyarakat dapat membenahi sistem yang ada di sekitar secara mandiri," tandasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR