Wiranto: Kesaksian Soal Kivlan Zein Perintahkan Bunuh 4 Tokoh Bukan Karangan Pemerintah

Nasional

Rabu, 12 Juni 2019 | 14:21 WIB

190612142404-wiran.jpg

Muhammad Ashari

Menkopolhukam, Wiranto

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan, penjelasan dari polisi mengenai tersangka KZ dan HM akan memperjelas persoalan seputar kerusuhan pada 21-22 Mei 2019. Penyelidikan dan penyidikan masih akan terus berkembang.

Menurut Wiranto, pengembangan dan pendalaman lebih lanjut oleh kepolisian akan tetap berjalan untuk melihat kaitannya dengan masalah kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 lalu.

"Paling tidak tiga hal menjadi jelas (dari paparan polisi), yakni masalah kerusuhan 21-22 Mei, masalah senjata ilegal yang dikuasai dan dimiliki oleh saudara Soenarko, lalu adanya satu senjata ilegal yang ada hubungannya dengan rencana pembunuhan 5 tokoh. Itu kemarin kan sudah kita beberkan ke masyarakat. Memang belum selesai. Namanya saja masih proses hukum. Masih perlu pendalaman dan pengembangan," katanya di Istana Kepresidenan, Rabu (12/5/2019).

Wartawan PR, Muhammad Ashari mengabarkan, Wiranto berharap, masyarakat bersabar menunggu hasil penyelidikan polisi. Penyelidikan tersebut  dikatakannya memakan waktu karena proses hukum yang tengah berjalan memerlukan pembuktian dan kesaksian lebih lanjut.

Kesaksian
Wiranto kemudian menyoroti KZ  yang dijadikan tersangka oleh polisi. Menurutnya, sudah ada 4 kesaksian yang mengerucut kepada KZ. Kesaksian itu menyebutkan adanya suatu perintah, penentuan target dan perintah untuk mengekseksusi 4 sampai 5 tokoh dari KZ. Kesaksian tersebut berdasarkan pengakuan yang tercantum dalam berita acara pemeriksaan.

Kesaksian-kesaksian itu merupakan testimoni yang disumpah. Bukan juga karangan pemerintah. Kesaksian tersebut tentunya akan diuji lagi dalam proses pengadilan. Namun, ia meyakini bila kesaksian itu benar.

"Paling tidak dengan adanya 4 kesaksian yang mengerucut kepada figur yang satu, itu sangat boleh jadi, itu semua akan benar adanya," ujarnya.

"Jadi, paling tidak kan sudah bisa menetralisir (isu) bahwa Wiranto lebay, itu karangan pemerintah, kalangan aparat keamanan, mencari popularitas. Saya tidak bicara apa-apa (tentang isu tersebut). Biasa saja. Hasil penyelidikan yang bicara itu," kata Wiranto.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA