BI Solo Layani Tukar Uang dan Top Up Kartu di Rest Area Jalan Tol

Nasional

Kamis, 23 Mei 2019 | 15:11 WIB

190523151155-bi-so.jpg

Tok Suwarto

Asisten Direktur KPw BI Solo, Bakti Artanta, menjelaskan program operasional mobil layanan gerak di rest area jalan untuk layanan top up kartu yang tujuannya mencegah kemacetan lalu lintas di jalan tol

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, selama masa lebaran 2019 akan menempatkan dua unit mobil kas layanan gerak yang didukung sejumlah kantor bank di kawasan rest area di antara jalur mudik jalan tol Semarang - Solo. Penempatan mobil kas layanan gerak di ruas jalan tol jalur mudik tersebut, selain untuk melayani penukaran uang juga pengisian kartu top up untuk pembayaran nontunai di gerbang tol.

"Para pengemudi mobil pribadi yang melintas di jalan tol sering kehabisan dana di kartu deposit mereka. BI menempatkan mobil kas layanan gerak di rest area supaya mereka bisa top up sehingga perjalanan lancar dan tidak menimbulkan kemacetan," ujar Bakti Artanta, Asisten Direktur KPw BI Solo, kepada wartawan, Kamis (23/5/2019).

Dalam pertemuan untuk menjelaskan upaya BI mengendalikan laju inflasi selama bulan Ramadhan dan masa lebaran 2019, serta perkembangan penukaran uang baru di wilayah Surakarta, Bakti, mengungkapkan, KPw BI Solo menyiapkan dana sebesar Rp 5,408 triliun untuk melayani penukaran uang bagi masyarakat. Jumlah tersebut meningkat sebesar 3 persen dibanding realisasi penukaran uang dalam masa lebaran 2018 sebesar Rp 5,233 triliun.

KPw BI Solo selain melakukan persiapan berupa penyediaan uang tunai layak edar untuk melayani penukaran lewat 6 kas keliling, 150 kantor bank, kantor pos dan Pegadaian, serta bekerjasama dengan 3 pemerintah kabupaten, pada masa lebaran 2019 ini BI Solo juga mendukung kelancaran arus mudik dengan mencegah kemacetan di jalan tol.

"Dalam berpartisipasi untuk kelancaran arus mudik, BI beroperasi di rest area jalan tol menggunakan mobil layanan gerak yang bisa melayani top up kartu, penukaran uang dan layanan perbankan lainnya. Layanan itu karena berdasarkan pengalaman banyak pengemudi mobil pribadi tidak siap bertransaksi nontunai di gerbang tol. Itu sering menimbulkan kemacetan karena di gerbang tol sekarang tidak ada loket layanan tunai," jelasnya.

Di hari-hari biasa, menurut Bakti, pengemudi yang tidak siap transaksi nontunai masih diberi toleransi membeli kartu atau top up di counter gerbang sebelum masuk gerbang tol. Hal itu disebut Bakti sebagai hukuman bagi pengemudi yang tidak siap kartu harus berjalan kaki ke counter di gerbang masuk.

Menyinggung pelayanan penukaran uang selama bulan Ramadan dan masa lebaran, Asisten Direktur KPw BI Solo itu menyebutkan, dari dana yang disediakan sebesar Rp 5,4 triliun lebih saat ini sudah terserap sekitar 30 persen. Layanan penukaran uang baru yang terus diperluas, di antaranya tahun 2019 ini melibatkan kantor pos, merupakan upaya BI untuk mencegah risiko penukaran uang di tempat-tempat yang tidak semestinya.

"Risiko menukarkan uang kepada pedagang uang di pinggir jalan sangat mungkin kedapatan uang palsu. Selain itu para penukar uang terkena biaya dan jumlah uang yang diterima juga tidak genap," ungkapnya.

Sejak KPw BI Solo memperluas titik-titik penukaran uang, berdasarkan pengamatan BI jumlah pedagang uang di jalanan Kota Solo semakin berkurang. Dia menegaskan, BI akan bekerjasama dengan Satpol PP Pemkot Solo untuk merazia para pedagang uang ilegal.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR