PT KAI Pidanakan Penyerobot Aset Lahan di Kabupaten Temanggung

Nasional

Minggu, 19 Mei 2019 | 14:25 WIB

190519142626-pt-ka.jpg

dok

ilustrasi

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, akhirnya menempuh jalur hukum terhadap Syn, warga  Sendang RT. 001 RW. 002, Kelurahan Walitelon Selatan,  Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang menyerobot aset PT KAI dan mengalihkan hak sewa lahan milik PT KAI yang dikuasainya tanpa hak. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Temanggung yang menangani perkara pidana tersebut, menyatakan terdakwa Syn terbukti  bersalah dan menjatuhkan vonis dua tahun penjara.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, dalam keterangan persnya, Minggu (19/5/2019), mengungkapkan,  kronologis terungkapnya kasus penguasaan aset PT KAI itu berawal sekitar Desember 2017.

Di akhir tahun 2017 itu, Senior Manager (SM) Penjagaan Aset PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Desra Hidayat, menerima laporan dari tim aset yang terdiri dari supervisor aset wilayah Temanggung dan pengusahaan aset, yang menyebutkan Gedung Juang di Stasiun Temanggung yang tidak beroperasi lagi diduduki Syn.

Saat menduduki aset PT KAI itu, Syn mengatasnamakan Yayasan Trah Ratu Kedaton PB. VIII Surakarta. Padahal, gedung tersebut saat ini masih berstatus disewa Pemkab Temanggung.  

Berdasarkan laporan tersebut,  Desra Hidayat bersama tim melakukan klarifikasi ke Pemkab Temanggung dan diperoleh penjelasan bahwa Pemkab Temanggung masih menyewa Gedung Juang milik PT KAI untuk Kantor Pepabri Kabupaten Temanggung.

"Pihak Pemkab Temanggung menyatakan, saat ini telah dibangun Kantor Pepabri yang baru. Namun pada masa transisi kepindahan Kantor Pepabri ke gedung yang baru, datang seseorang yang meminta kunci Gedung Juang kepada penjaga yang ditempatkan Pemkab Temanggung. Penjaga tersebut merasa takut, sehingga dia menyerahkan kunci kepada orang yang tidak dia kenal itu," jelasnya.

Ketika Desra Hidayat dan tim bersama Pemkab Temanggung mengadakan pengecekan ke Gedung Juang dengan bantuan  penjaga gedung, mendapati di dalam gedung ada peralatan kantor berupa satu set komputer, meja kursi kantor, meja kursi tamu dan satu almari kaca tembus pandang yang berisi dokumen-dokumen sewa aset tanah milik PT KAI.

Sat Reskrim Polres Temanggung yang menangani laporan PT KAI bersama SM Penjagaan Aset yang mengamankan dan melakukan pengecekan terhadap dokumen di dalam almari di Gedung Juang.

Tim Aset Daop 6 Yogyakarta juga melakukan pengecekan terhadap para penyewa tanah milik PT KAI  yang mendekati akhir kontrak di wilayah Temanggung. Pada saat pengecekan tersebut, ditemukan sebanyak 62 penyewa di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Temanggung,  Kabupaten Temanggung dan Kelurahan Krangga, Kecamatan Kranggan, ternyata hak sewa telah berpindah ke Syn yang mengatasnamakan Yayasan Trah Ratu Kedaton PB. VIII Surakarta,  tanpa seijin dan sepengetahuan PT KAI.

Tersangka yang tertangkap polisi dua hari setelah laporan PT KAI dan ditahan Kejari Temanggung pada 13 Februari 2019, perkaranya telah disidangkan dengan Majelis Hakim R. Agung Aribowo, SH (ketua), dengan anggota Rahmawati Wahyu Saptaningtyas, SH dan Stephanus Yunanto, SH.

Dalam vonis yang dibacakan pada 15 Mei 2019, majelis hakim menyatakan  terdakwa Syn bersalah melanggar pasal 385 ayat 4E dan menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR