Tiket Pesawat Mahal, Gubernur Sumbar Berharap Warganya Tetap Pulang Kampung Saat Lebaran

Nasional

Kamis, 16 Mei 2019 | 13:35 WIB

190516133908-tiket.jpg

bijb

Ilustrasi

GUBERNUR Sumatra Barat, Irwan Prayitno berharap pengamanan dan pelayanan pada lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah dapat berjalan dengan baik, aman dan lancar.

"Melalui rapat ini berdiskusi untuk memetakan persoalan yang ada dan mencari solusinya," kata dia.

Dirinya berharap para perantau dapat pulang kampung dengan lancar dan perasaan nyaman. "Walaupun harga tiket pesawat tinggi hendaknya perantau tetap banyak yang pulang ke Sumbar," katanya.

Baca Juga: Tiket Mahal, 3.913 Jadwal Penerbangan di Palembang Dibatalkan

Sementara itu, Polda Sumatra Barat melakukan pemetaan tingkat kerawanan mudik Idul Fitri 1440 Hijriah atau tahun 2019 Masehi di daerah itu.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal di Padang, Rabu mengatakan kerawanan yang terjadi di Sumbar relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya seperti kecelakaan lalu lintas, kemacetan, tindak kriminalitas dan bencana alam.

"Kita telah melakukan pemetaan bersama di lintas sektoral dan berupaya mewujudkan mudik yang lancar, aman dan nyaman," kata dia selepas rapat lintas sektoral di Padang, Rabu.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Mahal Bisa Pengaruhi Pariwisata

Menurut dia, dalam memberikan kenyamanan perantau mudik pihaknya akan mengerahkan dua pertiga personel di seluruh Polda Sumbar.

"Total ada 62 pos pengamanan dan 34 pos pelayanan dalam Operasi Ketupat Polda Sumbar 2019 ini," kata dia.

Menurut dia, tidak ada perlakuan khusus dalam pengamanan yang dilakukan karena operasi ini rutin dilakukan setiap tahunnya.

Menurut dia, beberapa persoalan berupa jalan yang kurang memadai serta jumlah titik macet telah dipetakan dengan baik.

Baca Juga: Pengaruh Harga Tiket Pesawat, Penumpang Damri di Serang Turun 50 persen

Seperti titik rawan kemacetan seperti di Pasar Lubuk Alung, Sicincin, Lembah Anai, Koto Baru dan Kelom Sembilan.

Selain itu BMKG telah menginformasikan bahwa cuaca hingga Lebaran nanti cenderung cerah sehingga potensi bencana alam juga menurun.

"Kita sudah petakan semua dan berupaya mengantisipasi kerawanan yang ada melalui persiapan yang matang," kata dia.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR