Dikhawatirkan Ganggu Iklim Ekonomi, Pelaku UKM Berharap Gerakan Massa Tidak Terjadi

Nasional

Senin, 13 Mei 2019 | 23:56 WIB

190513222954-dikha.jpg

KOORDINATOR Usaha Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah (UKM-IKM) Garda Matahari Rama Dona meminta agar gerakan massa atau "people power" tidak terjadi karena dikhawatirkan akan mengganggu iklim ekonomi.

"Kami menolak adanya gerakan massa seperti yang diwacanakan akhir-akhir ini, karena kami tidak mau Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbelah dikarenakan ada sebagian orang yang memaksakan kehendak, dan juga menggangu iklim ekonomi," ujarnya saat aksi membagikan takjil di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin.

Dia menambahkan pelaku UKM tidak ingin tatanan bangsa termasuk ekonomi yang sudah baik itu menjadi rusak. Menurut dia, lebih baik dipercayakan saja kepada KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai penyelenggara pemilu. Kalaupun ada kecurangan atau protes harus sesuai dengan mekanisme yang ada.

"Kami sebagai pengusaha kecil menginginkan iklim usaha yang kondusif," tegasnya.

Dalam aksi itu, ia dan sejumlah rekan-rekannya menolak adanya gerakan massa. Mereka membagikan sejumlah produk hasil produksi mereka kepada para pengguna jalan.

"Kalau orang berinisiatif untuk "people power", kita dari UKM-IKM Garda Matahari melakukan"God Power" beramal di bulan suci Ramadhan," tambahnya.

Dia menerangkan KPU sebagai pengemban amanat Undang-undang (UU) harus didukung. Termasuk dengan membela KPU dari tindakan-tindakan inkonstitusional seperti isu yg beredar saat ini.

Sebelumnya, seruan gerakan massa disuarakan sejumlah tokoh pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyusul dugaan adanya kecurangan pemilu. Gerakan massa itu rencananya akan melakukan protes di gedung KPU pada 22 Mei 2019.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR