Mahasiswa Harus Tentukan Niat Mau Jadi "Monster" atau Enterpreuner

Nasional

Selasa, 23 April 2019 | 17:30 WIB

190423173117-mahas.jpg

Tok Suwarto

DEPUTI Chief Executive Officer (CEO) Markplus, Inc, Dr Jacky Mussry, menyatakan, para mahasiswa sejak awal harus sudah punya sasaran dengan niat dan komitmen, kelak ingin menjadi apa dan tujuannya mau ke mana. Dia menyebut contoh dokter gigi, yang akhirnya tidak bekerja di bidangnya tetapi sukses sebagai pebisnis nomor satu karena niat sebenarnya ingin menjadi enterpreuner.

"Kalau niatnya mau menjadi moster atau mau merusak, tidak usah kuliah di perguruan tinggi. Artinya, di perguruan tinggi yang perlu didorong adalah mental mahasiswa, kelak mau jadi apa. Para mahasiswa tidak bisa beranggapan kalau sudah kuliah di UNS semuanya selesai," ujarnya kepada wartawan, di sela seminar nasional dengan tema "The New Yin Yang of Business: Strategi Menangkap Peluang di Era Pasca Revolusi Industri 4.0", di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Selasa (23/4/2019).
 
UNS yang kini mulai mengintegrasikan seluruh program diploma di fakultas menjadi sekolah vokasi, menurut Jacky yang menjadi salah seorang pembicara, merupakan kebijakan yang benar. Penyesuaian program diploma menjadi sekolah vokasi akan dapat menghasilkan lulusan untuk menjawab tantangan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di era industri 4.0.

"Sekarang ini sistem pendidikan di seluruh dunia tidak mengarahkan lulusannya semata-mata hanya sebagai pekerja. Di Indonesia sendiri semakin banyak anak muda yang sukses dalam bisnis, tapi di dalamnya tetap ada idealisme. Bahkan banyak mahasiswa yang menekuni bisnis, sehingga tidak lulus dianggap bukan masalah," jelasnya.
 
Direktur Sekolah Vokasi UNS, Drs. Santoso Tri Hananto, menjelaskan, pengintegrasian program diploma UNS menjadi sekolah vokasi adalah untuk menghasilkan SDM yang memiliki keahlian dan keterampilan terapan tertentu. Mereka disiapkan agar mampu bersaing di era digital atau yang lebih dikenal dengan sebutan Revolusi Industri 4.0, karena di era tersebut pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi telah menjadikan dunia kian sempit, meleburnya “ruang dan waktu” yang menjadi penentu kecepatan dan keberhasilan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

"Isu revolusi industri 4.0 perlu mendapat perhatian serius,  sehingga kita dapat mempersiapkan diri untuk menangkap peluang di era industri tersebut. Sekolah Vokasi UNS menggelar seminar nasional The Yin Yang of Business, tujuannya untuk memperkenalkan Sekolah Vokasi UNS dan membangun jejaring antara dunia akademik dengan dunia usaha," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR