Pemkot Solo Ikutkan UMKM ke Pameran Inacraft

Nasional

Senin, 22 April 2019 | 19:36 WIB

190422193747-pemko.jpg

net

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Solo memfasilitasi pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) binaan ikut pameran produk berskala akbar di ajang International Handicraft Trade Fair (Inacraft). Hal ini agar UMKM potensial naik kelas dan bisa menarik UMKM di bawahnya.

Ketua Tim Kurator UMKM Inacraft 2019, David R Wijaya, Senin (22/4/2019) menjelaskan, Pemkot Solo memfasilitasi sebanyak 25 UMKM ke Inacraft 2019 di Jakarta, pada 24 - 28 April 2019.

"Kami menekankan, UMKM yang difasilitasi bisa membuka akses pasar, karena di Inacraft bukan hanya buyer Indonesia yang datang tetapi juga dari mancanegara. Setelah mengikuti pameran mereka bisa mandiri dan naik kelas untuk menarik UMKM di bawahnya," ujarnya.

Dia mengakui, tidak semua UMKM yang pernah ikut pameran Inacraft sukses mendapat akses pasar di luar negeri. Menurut dia, Pemkot Solo melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus melakukan pendampingan terhadap UMKM yang belum berkembang secara grup, sehingga dalam menghadapi fluktuasi pasar tidak ada UMKM yang rontok.

Mintorogo, salah seorang perajin yang pernah ikut Inacraft empat tahun lalu, menyebut keikutsertaan UMKM dalam pameran produk yang menjadi tempat interaksi dengan buyer seluruh dunia itu bermanfaat besar bagi UMKM. Di ajang pameran internasional itu UMKM mendapatkan amunisi untuk berperang di pasar internasional.

"UMKM yang sudah mendapat amunisi, harus berjuang sendiri di medan pasar internasional. Kalau UMKM sebagai produsen berhasil menggaet buyer mancanegara dia akan bisa mandiri. Setelah mandiri, kalau mereka ingin ikut Inacraft juga harus mandiri supaya UMKM lain bisa mendapat kesempatan berkembang," jelasnya.

Pada Inacraft 2019 ini, Pemkot Solo bakal mengirim 25 UMKM dengan menanggung biaya sewa 19 stand. Ke-25 UMKM tersebut lolos untuk ikut Inacraft setelah melalui tahap kurasi yang ketat. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemkot Solo, Nur Haryani, mengungkapkan, Pemkot Solo memang tidak menanggung seluruh biaya selama pameran, seperti akomodasi dan konsumsi harus ditanggung peserta sendiri.

"Tidak semua UMKM bisa ikut pameran Inacraft, karena selain biaya mahal juga harus antre dan masuk waiting list. Pemkot Solo memfasilitasi biaya transportasi dan sewa stand agar UMKM binaan bisa ikut pameran internasional itu," ungkapnya.

Dalam proses kurasi, menurut David, tim kurator  selain mempertimbangkan kelayakan produk dan standar usaha, juga melihat skala produksi yang mampu dihasilkan. Jika faktor skala produksi diabaikan, dia khawatir pelaku UMKM dari Solo kewalahan melayani permintaan buyer calon kliennya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR