Sehari Jelang Pencoblosan, Rupiah dan IHSG Dibuka Menguat

Nasional

Selasa, 16 April 2019 | 10:54 WIB

190416105544-sehar.jpg

NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta diprediksi bergerak menguat sehari jelang gelaran pemilihan umum (pemilu) 2019.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Selasa (16/4/2019), mengatakan rupiah berpotensi bergerak positif didorong sentimen domestik yaitu suplusnya neraca perdagangan Maret 2019 yang dirilis Senin (15/4) lalu.

"Surplus neraca perdagangan mestinya bisa menjadi sentimen positif penguatan rupiah," ujar Lana.

Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2019 mengalami surplus 540 juta dolar AS atau lebih tinggi dari posisi surplus Februari 2019 sebesar 330 juta dolar AS. Surplus neraca perdagangan dipicu oleh menurunnya jumlah impor, terutama impor bahan baku dan penolong.

Namun pada periode Januari-Maret 2019, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit 190 juta dolar AS. Defisit tersebut karena neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus, sedangkan neraca perdagangan migasnya defisit.

Dari eksternal, sentimen datang dari neraca perdagangan China pada Maret 2019 yang tercatat surplus. Surplus tersebut dipicu optimisme global yang membaik, ditambah sentimen positif dari potensi kesepakatan perang dagang dengan AS dan berakhirnya faktor musiman Tahun Baru China (Lunar New Year).

"Kemungkinan ekspor China khususnya ke Amerika Serikat (AS) kembali membaik seiring dengan kesepakatan dagang yang mendekati final," kata Lana.

Rupiah pagi ini bergerak menguat tiga poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.060 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.063 per dolar AS.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat jelang hari pencoblosan pemilihan umum (pemilu) legislatif dan presiden (pilpres) yang digelar Rabu (17/2/2019) besok.

IHSG dibuka menguat 5,57 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.440,72. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,21 poin atau 0,12 persen menjadi 1.014,48.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Selasa, mengatakan pergerakan indeks saham hari ini akan dipengaruhi faktor eksternal yaitu terkait perkembangan kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China, serta sentimen domestik terkait penyelenggaran pemilu 17 April 2019.

"Sikap AS yang melunak terhadap China dalam pembahasan perdagangan diperkirakan dapat menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar global. Sentimen tersebut dapat menjadi katalis bagi IHSG, meski pasar juga dihadapi penantian dari hasil pemilu presiden," ujar Alfiansyah.

Para juru runding AS telah melunakkan tuntutannya terhadap China dalam perundingan damai perang dagang. Sikap melunak tersebut mereka berikan terkait subsidi industri. Sikap tersebut diambil karena China menentang keras permintaan AS tersebut.

Masalah subsidi industri sangat sulit dipenuhi China karena subsidi dan keringanan pajak diberikan kepada perusahaan milik negara dan sektor-sektor yang dipandang strategis untuk pembangunan jangka panjang.

Bursa regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 39,66 poin (0,18 persen) ke 22.208,77, Indeks Hang Seng melemah 75,33 poin (0,25 persen) ke 29.735,39, dan Indeks Straits Times menguat 6,13 poin (0,18 persen) ke posisi 3.331,99.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR