Rektor UNS Periode 2019-2023 Hadapi Tantangan Berat

Nasional

Senin, 15 April 2019 | 14:50 WIB

190415145104-rekto.jpg

Tok Suwarto

Rektor UNS periode 2015 -2019, Prof. Dr Ravik Karsidi, menyerahkan cinderamata tokoh wayang Pandudewanata kepada Rektor UNS periode 2019-2023, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, dalam acara pisah sambut di Auditorium GPH Haryo Mataram

REKTOR Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo periode 2019 - 2023, Prof. Dr. Jamal Wiwoho menyatakan, dengan status perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH), UNS menghadapi tantangan berat. Khususnya di bidang sumber daya manusia (SDM) untuk  meningkatkan rasio dosen dengan kualifikasi doktor sebesar  51 persen.  

Hal itu disebabkan rasio dosen berkualifikasi doktor di UNS yang semula 37 persen, pada 2018 lalu turun menjadi 34 persen karena hasil rekrutmen dosen baru hanya lulusan S2.

"Semula, jumlah dosen UNS yang bergelar doktor baru 37 persen. Persentase itu pada 2018 menurun, karena dalam penerimaan yang lalu banyak dosen baru hanya S2 atau sekitar 3 persen. Akibatnya, saat ini persentase menurun menjadi 34 persen, sehingga untuk mencapai 51 persen tambah berat," ujar Prof.  Jamal kepada wartawan, sebelum dilantik Menristek Dikti. Rektor baru UNS tersebut, Senin (15/4/2019), menghadiri acara pisah sambut dengan Rektor UNS periode 2015-2019, Prof. Dr. Ravik Karsidi, di auditorium KPH Haryo Mataram, kampus Kentingan.

Jamal yang mengawali kepemimpinan di saat UNS dalam masa transisi dari status BLU ke PTNBH, menyatakan, untuk mengatasi masalah berat itu perlu waktu lama dengan proses panjang yan menjadikan beban meningkat. Dalam kaitan itu, Rektor UNS akan menerapkan strategi, mendorong 261 dosen yang sedang menempuh S3 agar cepat selesai.

"Kami juga membuka karpet merah untuk lulusan S3 dari luar UNS yang berminat mengajar di UNS. Mereka bisa dari kalangan profesional atau pensiunan pegawai negeri yang masih berusia 58 tahun. Selain itu, kami akan mengembangkan sekolah vokasi untuk menampung dosen yang bukan doktor," jelasnya.

Jamal yang masih sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenristek Dikti dan pernah menjabat Wakil Rektor II UNS, dalam sambutannya pada acara serah-terima jabatan, mengungkapkan, selama dua periode kepemimpinan Prof. Ravik Karsidi, UNS mengalami banyak  kemajuan. UNS menjadi salah satu yang berhasil menduduki rangking TOP 200 UniRank 4ICU, ranking 1.678 dunia, ranking 493 di Asia dan ranking 8 di Indonesia versi Webomatrics.

"UNS di bawah kepemimpinan Prof Ravik Karsidi telah berpredikat institusi terakreditasi A atau unggul. Sedang dalam laporan keuangan, UNS memperoleh predikat wajar tanpa pengecualian  sebanyak sembilan kali berturut-turut," sambungnya.  

Jamal mengapresiasi proses pemilihan Rektor UNS periode 2019-2023 sangat baik dan lancar. Menurutnya, pemilihan Rektor UNS kali ini berhasil menciptakan suasana kondusif dan kekeluargaan melalui musyawarah mufakat.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR