Pelaksanaan UTBK Pertama di UNS 165 Peserta Tidak Hadir

Nasional

Sabtu, 13 April 2019 | 19:41 WIB

190413194251-pelak.jpg

Tok Suwarto

UJIAN Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi para siswa SMA dan SMK di Kota Solo yang akan mendaftar perguruan tinggi negeri (PTN) 2019, hari pertama, Sabtu (13/4/2019), pada sesi pertama tercatat sebanyak 165 peserta dari 1.841 yang terdaftar atau sekitar 8 persen tidak hadir.

Menurut panitia UTBK Pusat UNS, di antara alasan mereka tidak hadir karena sudah diterima di PTN melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) atau jalur undangan.

Prof. Dr. Jamal Wiwoho yang sehari sebelumnya dilantik Menristek Dikti,  M Nasir sebagai Rektor UNS, di sela peninjauan pelaksanaan UTBK, Sabtu (13/4/2019) siang,  menjelaskan kepada wartawan, selain alasan tersebut kemungkinan ada peserta yang akan ikut ujian gelombang II.

"Kalau mereka sudah diterima SNMPTN, sesuai ketentuan tidak bisa ikut UTBK. Tetapi kalau peserta tidak hadir karena alasan lain, mereka masih bisa ikut UTBK gelombang II," katanya, didampingi Ketua UTBK Pusat UNS, Prof. Sutarno, MSc PhD dan beberapa Dekan Fakultas.

UTBK yang baru pertama digelar dalam proses penyaringan mahasiswa baru 2019, kata Jamal, merupakan modifikasi yang dilaksanakan selama 10 hari dalam 20 sesi. Pelaksanaannya pada setiap hari Sabtu dan Minggu, dengan dua sesi per hari.

"Jadi UTBK merupakan sistem baru untuk memperbaiki seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Nilai UTBK tersebut digunakan untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri sesuai pilihan," jelasnya.

Berdasarkan nilai UTBK, sambung Rektor UNS itu, para calon mahasiswa dapat memilih PTN dan program studi sesuai kemampuannya. Karena di masing-masing PTN ada pembobotan yang berbeda, peserta UTBK bisa menyesuaikan nilainya, misalnya di fakultas MIPA yang berbeda bobotnya dengan fakultas kedokteran atau fakultas kelompok Soshum.

"Nilai UTBK itu seperti skor tes Toeffel. Calon mahasiswa dalam mendaftar PTN harus memenuhi syarat minimal, yang di Toeffel skor minimal 550," tambahnya.

Menyinggung pelaksanaan UTBK,  Jamal yang langsung meninjau 6 lokasi di kampus UNS Kentingan dan 9 lokasi di sekolah mitra, menyatakan semua berjalan lancar. Sistem baru berdasarkan gelombang dan sesi, tidak menimbulkan kemacetan di jalan, peserta juga dapat melaksanakan dengan tertib.

Sutarno, berharap, pelaksanaan UTBK pada gelombang berikut dan sesi selanjutnya dapat berjalan lancar dan tidak terjadi praktik kecurangan. Dia menambahkan, 10 hari setelah para peserta melaksanakan UTBK sudah akan mendapatkan hasilnya. Setelah mereka menerima nilai dapat digunakan untuk mendaftar ke PTN yang dituju.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR