Stasiun KA Solo Jebres Steril dari PKL

Nasional

Kamis, 11 April 2019 | 21:07 WIB

190411210829-stasi.jpg

Tok Suwarto

KAWASAN cagar budaya Stasiun KA Solo Jebres di Kota Solo, disterilkan dari pedagang kaki lima (PKL), menyusul selesainya revitalisasi Pasar Jebres yang diresmikan Kamis (11/4/2019). Di bangunan baru Pasar Jebres, disiapkan sebanyak 123 kios untuk menampung PKL, khususnya di sepanjang Jl. Prof. Yohanes dan Jl. Shidutan yang melintas di depan Stasiun Solo Jebres.

Lokasi Pasar Jebres yang direvitalisasi dengan biaya Rp 18 miliar yang bersumber dari bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan APBD Pemkot Solo itu, menempati lahan PT KAI seluar hampir 4.000 meter persegi. Di kawasan depan Stasiun KA Solo Jebres itu, terdapat tiga pasar tradisional yang masing-masing berjarak kurang dari 200 meter, yaitu Pasar Jebres, Pasar Rejosari dan Pasar Ledoksari, selain lebih dari 100 PKL.

"Lingkungan sekitar kawasan Stasiun Jebres harus bersih dari PKL. Seluruh PKL, khususnya di Jl. Prof Yohanes dan Jl. Shidutan, harus masuk ke Pasar Jebres. Kami menyediakan 123 kios untuk PKL, 95 di antaranya untuk PKL sekitar Pasar Jebres dan sisanya untuk lokasi lain," kata Kepala Dinas Perdagangan, Subagiyo, kepada wartawan seusai peresmian.

Berdasarkan pendataan Dinas Perdagangan, jumlah PKL di sekitar Stasiun Jebres ditambah dari lokasi lain sebanyak 118 PKL. Selain PKL, di bangunan baru Pasar Jebres juga disediakan ruang khusus bagi pedagang oprokan yang 68 pedagang.

Sedangkan pedagang lama yang akan ditampung di bangunan baru, seluruhnya berjumlah 661 pedagang, terdiri dari pedagang kios, pedagang los dan pedagang oprokan. Arsitektur bangunan Pasar Jebres sendiri dirancang menyesuaikan dengan arsitektur bangunan kuna Stasiun Solo Jebres dan di kios-kios bagian depan Pasar Jebres akan digunakan khusus bagi pedagang yang mendukung stasiun KA tersebut.

Subagiyo menambahkan, para pedagang di bangunan baru Pasar Jebres ditata berdasarkan zonasi mata dagangan, seperti zona sayur, zona daging, zona buah, zona grabadan dan lain-lain.

Dalam peresmian Pasar Jebres, para pedagang pasar tradisional lain di Kota Solo, seperti Pasar Gede, Pasar Legi, Pasar Nusukan, Pasar Tanggul, Pasar Jongke dan lain-lain, ikut menyambut dengan menyajikan kuliner khas di setiap pasar tersebut. Sebelum Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, meresmikan bangunan pasar, para pedagang Pasar Jebres mengawali penempatan bangunan baru tersebut dengan tradisi boyongan, yakni prosesi kirab mengusung gunungan yang terbuat dari beragam mata dagangan. Setiba gunungan tersebut di depan pasar, warga di sekitar pasar memperebutkan gunungan yang terdiri dari buah-buahan dan sayur mayur.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR