Tiket Arus Balik KA Ludes Terjual dalam Waktu Satu Jam

Nasional

Selasa, 12 Maret 2019 | 10:24 WIB

190312102449-tiket.jpg

TIKET kereta api semua jurusan untuk arus balik Lebaran pada hari H hingga H+4 di Daop 5 Purwokerto telah ludes terjual dalam waktu satu jam.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto mengatakan, penjualan tiket KA untuk arus balik Lebaran melalui sistem online, hanya tersedia tak sampai 1 jam.

"Setelah penjualan tiket dibuka pada pukul 00.00 WIB, pemesanan tiket melalui sistem online langsung diserbu pembeli. Termasuk tiket yang dijual untuk keberangkatan kereta api dari stasiun wilayah Daop 5 Purwokerto," katanya ditulis pikiran-rakyat.com, Selasa (12/3/2019).

Tiket kereta api untuk arus balik mulai dijual sejak 7 Maret 2019. Tiket tersebut untuk  keberangkatan pada  5 Juni 2019 atau hari H Lebaran.

Berdasarkan pemantauan sistem penjualan tiket KA, Hingga Senin, penjualan sudah menginjak penjualan tiket  keberangkatan H+4 Lebaran atau tanggal 9 Juni 2019.

"Dan hampir semua tiket yang dijual untuk keberangkatan tersebut sudah ludes terjual," katanya.

Tiket kereta api yang diserbu tak hanya sebatas yang menuju arah Jakarta saja. Akan tetapi, juga perjalanan kereta api yang menuju arah Bandung dan Surabaya, serta sejumlah kota lain di Pulau Jawa.

Ia menjelaskan, untuk arus balik Lebaran dengan kereta api reguler, baik yang ke arah Jakarta, Bandung, maupun ke arah Jawa Timur, total ada 7.304 tiket yang tersedia. Jumlah tiket tersebut berasal dari 12 kereta api reguler yang berangkat dari stasiun-stasiun wilayah Daop 5 Purwokerto.

Supriyanto mengatakan, banyak calon penumpang yang mengeluh tidak mendapatkan tiket untuk arus balik Lebaran. Mereka tidak kebagian ketika akan membeli tiket pada hari pertama layanan pembelian tiket dibuka secara online.

Dia menyarankan agar calon penumpang yang belum mendapatkan tiket terus memantau posisi tiket melalui aplikasi "KAI Access", sehingga ketika ada calon penumpang yang membatalkan tiketnya dapat langsung dipesan.

Cara lainnya yaitu bisa membeli tiket dengan sistem persaingan. Misalnya, penumpang dari arah Jakarta yang akan menuju Surabaya terlebih dulu membeli tiket tujuan Cirebon atau Semarang, lalu dilanjutkan dengan membeli tiket tujuan akhir Surabaya. Pembelian bisa dilakukan dalam satu kereta api maupun berganti kereta api.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri apabila tiket sudah habis, dengan tidak menerima penawaran dari orang yang tidak bertanggung jawab atau calo.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR