Presiden : Pemeliharaan Kesehatan Penting untuk Meningkatkan SDM

Nasional

Selasa, 12 Februari 2019 | 15:05 WIB

190212150606-presi.jpg

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan pemeliharaan kesehatan penting sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

"Kesehatan ini sangat 'basic' sekali, jangan sampai kita berbicara persaingan dengan negara lain, kompetisi dengan negara lain, tetapi kita memiliki 'stunting' 37 persen," kata Jokowi dalam sambutannya saat acara Pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Tahun 2019 di ICE, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan pada Selasa (12/2/2019).

Presiden meminta para pemangku kepentingan termasuk kepala dinas kesehatan di semua tingkat untuk menyelesaikan masalah kesehatan pertumbuhan yang menyebabkan kekerdilan atau "stunting".

Kepala Negara mengapresiasi upaya Kementerian Kesehatan yang menurunkan angka stunting dari 37 persen pada 2014 menjadi 30 persen pada 2018.

Kendati demikian, mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta kasus stunting di seluruh Indonesia diselesaikan.

Selain stunting, Presiden juga menyoroti masalah kematian ibu melahirkan.

"Jangan sampai negara lain sudah berbicara 'artificial inteligence, sudah berbicara virtual reality, sudah berbicara 'internet of things', sudah berbicara 'big data', sudah berbicara 'bit coin', 'crypto currency'. Kita urusan 'stunting' saja belum selesai, urusan kematian ibu belum rampung," jelas Jokowi.

Menurut Presiden, dengan tingkat kesehatan masyarakat yang meningkat, maka kualitas SDM dapat didorong ke arah yang lebih baik.

Jokowi juga menjelaskan pembangunan SDM menjadi syarat mutlak agar Indonesia tidak terjebak sebagai negara berpendapatan menengah.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR