Pemerintah Akan Rekrut 150 Ribu Orang Tenaga P3K

Nasional

Rabu, 23 Januari 2019 | 13:16 WIB

190123131920-pemer.jpg

merdeka.com

MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengatakan tahun ini pemerintah merekrut 150 ribu orang tenaga Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K).

"Pemerintah merekrut 150 ribu orang P3K dan 100 ribu CPNS yang dilakukan bertahap, mempertimbangkan waktu konstalasi politik," kata Menteri PAN-RB dalam Sosialisasi PP No.49 tahun 2018 tentang Manajemen PPPK dan Rencana Pengadaan PPPK Tahap I 2019 di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (23/1/2019).

Rekrutmen P3K dilakukan dalam dua tahap, setiap tahap terdiri dari 75 ribu orang pegawai.

Menteri menjelaskan, tahap pertama akan dimulai Februari 2019, khusus untuk guru honorer, penyuluh pertanian dan tenaga kesehatan seperti dokter, bidan dan perawat.

"Fokus untuk guru honorer, karena tidak dibatasi waktu, mau umur berapa saja," kata Menteri.

Sedangkan tahap kedua akan dimulai Mei 2019, yang dibuka untuk umum.

Bila tahap pertama, pemerintah fokus untuk guru, maka pada tahap kedua, formasi yang dibuka untuk jabatan teknis dan spesialis profesional.

Ia menegaskan setiap pemerintah daerah dan instansi wajib melakukan menghitung setiap jabatan yang dibutuhkan berdasarkan analisis dan beban kerja.

Dalam melakukan rekrutmen, ia mengatakan harus mengikuti enam pedoman, di antaranya kompetitif, adil dan tidak dipungut biaya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Batam, Syahir mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menghitung jumlah kebutuhan P3K.

Ia mencatat saat ini terdapat sekitar 5.000 tenaga honorer di Pemkot Batam. Namun, tidak seluruhnya akan menjadi P3K.

Di antara 5.000 tenaga honorer, banyak di antaranya adalah guru dan tenaga kesehatan, sesuai dengan pembukaan rekrutmen tahap 1.

"Di Batam ada juga tenaga penyuluh pertanian. Dan meski kita bukan daerah pertanian, tetap butuh," kata dia.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR