Melawan Hukum, PGRI Digugat di PN Jakarta Pusat

Nasional

Rabu, 9 Januari 2019 | 22:23 WIB

190109223706-melaw.jpg

PENGACARA Andi M Asrun mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum ke Pengadilan Negara Jakarta Pusat akibat mengalami kekecewaan tidak diresponnya usulan melakukan "audit eksternal" sesuai surat yang disampaikan kepada Ketua Umum PB PGRI pada 15 Desember 2019.

"Kami mohon kepada Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum," kata Asrun dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu.

Asrun yang juga mengaku anggota PB PGRI ini mengatakan usulan audit eksternal disampaikan sejalan dengan ketentuan Pasal 4 ayat (2) AD PGRI bahwa PGRI memiliki dan melandasi kegiatannya pada semangat demokrasi, kekeluargaan, keterbukaan, dan tanggungjawab etika, moral, serta hukum juncto Pasal 6 AD PGRI bahwa visi PGRI: Terwujudnya PGRI sebagai organisasi profesi terpercaya, dinamis, kuat dan bermartabat.

Pengacara ini juga menyebut usulan audit ekternal dengan auditor independen perlu dilakukan PB PGRI terhadap bantuandana untuk pelaksanaan HUT PGRI 2018, bantuan renovasi Gedung Guru di Jalan Tanah Abang III No. 24 Jakarta dan bukti pembayaran pajak dari segenap pengeluaran yang dilakukanoleh PB PGRI 2017-2018.

Asrun mengungkapkan bahwa usulan audit eksternal tersebut ditanggapi oleh Ketua PB PGRI dan Sekretaris Jenderal PB PGRI yang meminta dirinya untuk menghadiri rapat pada 2 Januari 2018.

Atas undangan ini, katanya, dirinya datang, namun hasil rapat hanya menyatakan surat audit eksternal tersebut sudah jelas, sehingga tidak diperlukan penjelasan dan klarifikasi.

Untuk itu, Asrun menggugat Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidah (Tergugat I), Bendahara PB PGRI Prof Dede Rosyada (Tergugat II), Wakil Bendahara Dr Fathiah (Tergugat III), Sekjen PB PGRI (Dr M. Qudrat, Tergugat IV), dan Menteri Pendidikan Nasional (Tergugat V) untuk membayar segala biaya perkara yang timbul dari perkara ini secara tanggung renteng.

"Menghukum TergugatI, Tergugat II, Tergugat III, dan Tergugat IV untuk membayar ganti kerugian materiil sebesar Rp17.042.019 dan ditambah dengan kerugian immaterial dibulatkan menjadi Rp17.081.945 secara tanggung renteng," kata Asrun.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR