181206192032-jelan.jpg

Tok Suwarto

Staf Khusus Mendag Bidang Hubungan Antar Lembaga, Eva Yuliana, saat melakukan peninjauan harga kebutuhan pokok di Pasar Nusukan Kota Solo.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemendag Pantau Harga di Pasar Tradisional

Nasional

Kamis, 6 Desember 2018 | 19:18 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

MENJELANG Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019 ini, harga-harga kebutuhan pokok di pasar tradisional ada yang sudah menunjukkan pergerakan melonjak. Namun kenaikan harga beberapa komoditas, seperti telur ayam, cabai dan bawang tidak terlalu signifikan, sehingga tingkat harga kebutuhan pokok untuk merayakan Natal dan tahun baru masih dalam jangkauan konsumen.

Pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional tersebut, terpantau Staf Khusus Menteri Perdagangan (Mendag) Bidang Hubungan Antar Lembaga, Eva Yuliana, saat melakukan peninjauan ke Pasar Nusukan di Kota Solo, Kamis (6/12/2018).

Dia didampingi sejumlah pejabat, seperti Kepala Dinas Pedagangan Prov. Jateng, Kabulog Divre Jateng, Tim Satgas Pangan, TPID dan lain-lain, mengadakan peninjauan menjelang digelarnya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) membahas ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok menjelang Natal dan tahun baru 2019 di Balai Kota Solo.

"Kami melakukan peninjaun harga-harga kebutuhan pokok di seluruh pasar tradisional Jawa Tengah. Secara umum, harga-harga relatif stabil meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami pergerakan, seperti telur ayam, cabai dan bawang. Kenaikannya antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per kilogram, saya kita tidak terlalu signifikan," ujar Eva.

Menurut staf khusus Mendag tersebut, saat ini masyarakat konsumen mendapat harga yang bagus di pasaran, karena menjelang hari raya Natal dan tahun baru relatif stabil. Bahkan, dia menegaskan, harga daging sapi dalam beberapa tahun terakhir tidak ada kenaikan yang signifikan, karena saat terjadi gejolak harga di pasaran pemerintah melalui Bulog melakukan intervensi.

"Mendekati hari raya Natal dan tahun baru 2019 nanti, diperkirakan permintaan barang kebutuhan pokok pasti naik. Kita akan terus berkoordinasi dengan semua distributor yang terdaftar di Kemendag, Bulog, Pedaringan, PAU dan sebagainya, untuk memastikan ketersediaan bahan cukup," tandasnya.

Mengutip laporan Bulog Divre Jateng, Eva juga memastikan stok sembilan bahan kebutuhan pokok dalam kondisi aman sampai tiga bulan mendatang. Bahkan, cadangan beras yang siap dilempar ke pasar saat kebutuhan meningkat juga aman sampai 14 bulan.

Dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya praktik penimbunan komoditas pada puncak permintaan kebutuhan di hari Natal dan tahun baru, pihak Kemendag melibatkan Satgas Pangan dari unsur kepolisian. Dia berharap masyarakat mendukung tugas Satgas Pangan agar tidak terjadi praktik penumbunan komoditas yang mempengaruhi pasokan dan berdampak pada harga.

Di tengah peninjauan tersebut, Eva Yuliana bertanya kepada Ny. Purwanti, seorang pedagang daging sapi segar di Pasar Nusukan, tentang kelancaran pasokan dan harga jual menjelang Natal dan tahun baru 2019 ini.

Ny. Purwanti asal Kalioso, Kab. Karanganyar, menyebutkan, saat itu harga daging masih stabil pada kisaran Rp 105.000 sampai Rp 110.000 per kilogram.

"Harga daging masih tetap antara Rp 105.000 sampai Rp 110.000 per kilogram, tergantung kualitasnya. Daging harga Rp 105.000 merupakan campuran yang biasa digunakan untuk bakso dan semacamny," jelasnya.

Di antara komoditas yang mulai mengalami kenaikan adalah telur ayam ras, dari Rp 22.000 per kilogram menjadi Rp 23.000 sampai Rp 24.000 per kilogram. Harga cabai merah stabil tetapi cabai rawit naik, diperkirakan akibat pengaruh cuaca memasuki awal musim penghujan sehingga pasokan terhambat.

Sementara itu, Bulog yang sekarang mengganti operasi pasar dengan membuka kios di pasar tradisional, memastikan pasokan beras maupun cadangan di gudang berlimpah. Selain menjual beras kualitas premium dan medium, di kios TPID yang didukung Perumda Pedaringan, juga dijual tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, daging dan akan mulai menangani bawang putih dan barang merah.


Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR