181205090953-pelaj.jpg

@fadlizon

Habib Bahar dan Fadli Zon

Pelajaran dari Kasus Habib Bahar di Mata Gus Sholah

Nasional

Rabu, 5 Desember 2018 | 09:06 WIB

Wartawan: Endan Suhendra

PENGURUS Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah meminta para pendakwah untuk selalu mengedepankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengajarkan kebaikan dalam setiap kesempatan.

"Masyarakat sebenarnya butuh dai yang benar-benar bisa mencerahkan dan mendidik, mengajak untuk berperilaku baik," kata Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly di Semarang, Selasa (4/12/2018).

Baca Juga: Dituduh Menghina Jokowi, Ini Penegasan Habib Bahar

Pria yang akrab disapa Gus Sholah itu mengungkapkan kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo yang menyeret nama Habib Bahar bin Smith bisa menjadi pembelajaran bagi para pendakwah.

Kritikan kepada pemimpin negara, menurut dia, tidak diharamkan atau dilarang. Namun, harus dilakukan dengan cara-cara yang baik dan sesuai dengan substansi kritikannya, serta tidak mengandung ujaran kebencian.

"Yang dikritik itu 'kan kelakuannya, bukan orangnya. Itu yang sering terlewatkan dari sebuah kritik," ujarnya.

Baca Juga: Proses Hukum Habib Bahar Terlalu Cepat?

Gus Sholah berharap di Jateng tidak ada sosok yang mengaku tokoh agama, tetapi menggembar-gemborkan ujaran kebencian.

"Tidak ada seruan khusus untuk menolak pendakwah yang melakukan ujaran kebencian, tetapi Ansor Jateng selalu mengingatkan kadernya yang rata-rata aktivis pengajian untuk selalu mengingatkan panitia agar mengundang penceramah yang baik," katanya.

Gus Sholah secara tegas meminta semua pihak untuk tidak memberi kesempatan tampil bagi para pendakwah yang tidak mendukung NKRI.

"Saya khawatir, para pendakwah berideologi yang tidak klir terhadap NKRI, masih mendapatkan panggung di hadapan massa, padahal mereka tidak punya kepedulian terhadap NKRI," ujarnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR