181118140045-tolak.jpg

dokumen galamedianews.com

Tolak Perda Syariah, PSI Dibela Ade Armando dan Abu Janda

Nasional

Minggu, 18 November 2018 | 13:54 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

PENGAMAT komunikasi politik Ade Armando mengkritik adanya pelaporan dugaan penistaan agama terhadap Ketua Umum PSI Grace Natalie. Menurutnya, laporan itu sama dengan melawanan gerakan toleransi beragama.

Diketahui, Grace dipolisikan tokoh Alumni 212 Eggi Sudjana karena menolak adanya Perda Syariah dan Injil.

"Akhirnya perseteruan kedua paradigma ini mengerucut menjadi perseteruan dua kubu: Gerakan 212 versus PSI," kata Ade dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (18/11/2018).

Pengajar dari Universitas Indonesia ini menyebut, kaum pertama adalah mereka yang percaya pada pendirian negara islam, yang menolak keberagaman dan mendiskriminasikan kaum minoritas.

"Termasuk yang mengedepankan kekuatan otot, yang eksklusif, yang membenci pemimpin seperti Jokowi dan Ahok. Mereka bergabung dalam Persatuan Alumni 212," tutur Ade.

Sementara, lanjut Ade, PSI ada adalah kelompok yang memperjuangkan Kebhinekaan dan toleransi antar umat beragama.

"Kaum kedua adalah kalangan yang menolak pendirian negara Islam, yang percaya pada keberagaman, yang percaya pada keseteraan, yang mengedepankan kekuatan akal, yang inklusif, yang mencintai pemimpin seperti Jokowi dan Ahok ... Mereka bergabung dalam PSI," tutur dia.

Ade yakin, Allah akan berada di pihak yang memperjuangkan kebenaran. Bukan semata kebencian semata.

"Saya percaya PSI akan menang, karena bukankah Allah berjanji akan melindungi mereka yang menegakkan kebenaran?" tutup Ade.

Sementara penggiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menilai tudingan penistaan agama kepada Ketua Umum PSI Grace Natalie terlalu berlebihan. Pasalnya, kelompok radikal yang berada di kubu oposisi selalu merasa tersinggung jika ada perbedaan pendapat soal ajaran agama.

"Jadi dibilangin yang bener bukannya mikir, malah ini baper ujungnya ngelapor (penistaan agama)," kata Permadi.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR