181109185825-perta.jpg

Tok Suwarto

Ketua Senat UNS, Prof. Dr. Suntoro, didamping Rektor Prof. Dr. Ravik Karsidi dan Panitia Pemilihan Rektor UNS, memberikan penjelasan tentang proses pemilihan rektor.

Pertama Kali UNS Menjaring Calon Rektor dari Luar

Nasional

Jumat, 9 November 2018 | 18:57 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Solo yang pada 11 Maret 2019 mendatang berusia 43 tahun, untuk pertama kalinya menjaring bakal calon rektor sebagai pengganti Prof. Dr. Ravik Karsidi yang akan habis masa tugasnuya pada 13 April 2019. Suksesi pergantian rektor tersebut bertepatan dengan masa transisi UNS yang beralih status dari perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PTB-BLU) menjadi PTN berbadan hukum (PTN-BH).

"Untuk pertama kali UNS memanggil putra-putri terbaik bangsa untuk mencalonkan diri sebagai Rektor UNS masa bakti 2019-2023. Proses dimulai 9 November 2019 dan pemilihan akan diselenggarakan dalam empat tahap, yaitu penjaringan, penyaringan, pemilihan, kemudian penetapan dan pelantikan," ujar Ketua Senat UNS, Prof. Dr. Suntoro, kepada wartawan, Jumat (9/11/2018).

Menurut Suntoro, Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UNS 2019-2023 ditugasi melaksanakan pemilihan, mulai dari tahap pendaftaran bakal calon dan seleksi administratif, serta klarifikasi dan verifikasi persyaratan administrasi.

PPR UNS 2019-2023 akan melaksanakan tahap penjaringan untuk memperoleh sedikitnya empat bakal calon rektor. Persyaratan untuk bakal calon rektor, baik dari internal UNS maupun dari luar sama, di antaranya pegawai negeri sipil yang memiliki pengalaman jabatan sebagai dosen berpendidikan S3 dengan jenjang akademik paling rendah kektor kepala dan berpengalaman manajerial sebagai ketua jurusan.

Rektor UNS, Prof, Ravik Karsidi, mengungkapkan, meskipun dalam pemilihan rektor kali ini melibatkan peserta dari luar, dasar hukumnya masih sama, yakni Permenristek Dikti dan UNS tidak membuat aturan sendiri. Namun dia menjamin, meskipun ada perbedaan sedikit dalam prosesnya dan statuta UNS masih menggunakan yang lama, baik PPR UNS maupun Senat UNS yang punya hak pilih harus bersikap obyektif.

"Peserta penjaringan, baik orang dalam maupun orang luar harus diperlakukan obyektif. Kalau orang luar punya visi dan misi yang lebih bagus dari orang dalam untuk membesarkan UNS harus dinilai secara obyektif," tuturnya.

Ravik mengingatkan, setiap rektor yang memimpin UNS sejak berdiri sampai dia menjabat Rektor UNS ke-7 melaksanakan tugas berdasarkan tuntutan dan perkembangan pada era masing-masing. Rektor UNS periode 2019-2023, menurut dia, merupakan rektor masa transisi yang berdasarkan ketentuan paling lambat dua tahun sejak UNS ditetapkan sebagai PTNBH harus sudah mengelola PTN itu secara penuh.

"Namun para prinsipnya, siapapun rektor UNS periode 2019-2023 yang terpilih merupakan kesinambungan untuk meneruskan program berdasarkan dokumen pengembangan jangka panjang yang telah tersusun," tandasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR