181108140854-menha.jpg

sulselsatu.com

Ilustrasi.

Menhan Butuh Drone untuk Pantau Pergerakan Teroris

Nasional

Kamis, 8 November 2018 | 14:06 WIB

Wartawan: Dadang Setiawan

MENTERI Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan, membutuhkan satelit dan drone untuk memantau pergerakkan terorisme.

"Satelit siapa aja yang di kasih. Bicara terorisme kan musuh dunia, mereka senang menawarkan perlunya apa, Inggris, Perancis, Jerman. Kalau saya telepon juga jadi, tapi tunggu, kita minta bantuan kalau penting, kalau kita mampu, enggak perlu (minta bantuan)," kata Ryamizard di sela-sela seminar bertajuk Ensuring Regional Stability Through Cooperation on Counter Terrorism di Indo Defence 2018 and Forum, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018).

Ryamizard menegaskan, aksi-aksi yang dilakukan teroris selama ini bukan merupakan ajaran Islam. "Teroris bukan Islam, Islam bukan seperti itu. Itu merusak Islam. Jadi sebetulnya teroris adalah musuh Islam. Islam membawa rahmat di muka bumi ini," katanya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menambahkan, untuk mencegah terorisme diperlukan kerja sama semua negara dan seluruh elemen bangsa. "Harus bersama-sama rakyat kalau cuma tentara cuma 2 persen," ucapnya seperti dilansirkan Antara.

Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Negrillo Lorenzana, mengatakan, patroli laut yang dilakukan dalam kerangka perjanjian trilateral untuk melawan pembajakan di laut.

Menurut dia, patroli tersebut cukup efektif, sebagaimana patroli yang dilakukan pada tahun 2017, dimana sejak patroli bersama dilakukan pembajakan atau penculikan di laut mulai berkurang. Selain itu, Filipina juga aktif dalam ADMM dan KTT Asia serta latihan bersama dengan Brunei Darussalam.

Ia mengatakan, usaha untuk memerangi kejahatan transnasional dalam memerangi terorisme di kawasan maritim penting dilakukan. Filipina pun mematuhi ketentuan UNCLOS 1982 (United Nations Convention on the Law of the Sea) atau konferensi PBB tentang hukum laut.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR