181103182511-seles.jpg

Puspen TNI

Pelepasan Tim Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad), di Palu, Sabtu (3/11/2018).

Selesai Bertugas, Prajurit TNI Kogasgabpad Tinggalkan Palu

Nasional

Sabtu, 3 November 2018 | 18:23 WIB

Wartawan: Lucky M. Lukman

SETELAH bertugas kurang lebih satu bulan, petugas yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) penanggulangan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, akhirnya dipulangkan. Petugas tersebut berjumlah 100 orang prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 600/Modang yang dipimpin oleh Kapten Infanteri Ariza.

Selesai bertugas, tim berangkatan menuju Balikpapan menggunakan pesawat Hercules C- 130 seri A-1320. Pelepasan dipimpin oleh Panglima Kogasgabpad Mayjen TNI Tri Soewandono dalam suatu upacara militer, bertempat di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Kota Palu, Sabtu (3/11/2018).

Menurut Mayjen TNI Tri Soewandono, 100 prajurit Yonif Raider 600/Modang merupakan sepertiga kekuatan yang ditarik dari Kota Palu. Mereka secara bertahap telah selesai melaksanakan tugas dalam membantu dan menangani masyarakat yang terdampak pada bencana alam di Sulawesi Tengah.

"Pasukan Yonif Raider 600/Modang telah melaksanakan tugasnya dengan baik," ujarnya.

"Secara umum Anda melaksanakan tugas dengan baik sehingga mempercepat proses pemulihan pasca terjadi bencana alam di Sulteng. Masyarakat merasa terbantu dengan kehadiran TNI serta komponen lainnya. Atas nama Kogasgabpad, saya mengucapkan terima kasih, pengalaman ini adalah pengalaman yang sangat berharga," ujarnya.

Ditambahkan Tri, atas kerja sama TNI dengan semua komponen bangsa termasuk dengan Kementerian dan Pemerintah Daerah, situasi daerah yang tertimpa bencana dapat kembali normal seperti biasa.
"Seperti sekarang yang kita lihat di bandara ini sudah banyak melaksanakan penerbangan. Ini berkat kerja sama kita semuanya untuk dapat mempercepat proses pengembalian situasi. Semoga amal kebaikan anda mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa," imbuhnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR