181011201257-uns-d.jpg

net

Ilustrasi.

UNS Dorong UMKM Kembangkan Inovasi di Era Disrupsi

Nasional

Kamis, 11 Oktober 2018 | 20:11 WIB

Wartawan: Tok Suwarto

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Solo mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar di era disrupsi inovasi ini ikut mengembangkan inovasi untuk kemajuan usaha. Inovasi itu diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM.

"Di era disrupsi inovasi ini, UMKM memang harus senantiasa berinovasi. Ini perlu dilakukan supaya UMKM bisa memiliki daya saing, sehingga melalui pengembangan inovasi yang terus menerus UMKM dapat naik kelas," kata Wakil Rektor IV UNS, Prof. Widodo Muktiyo, ketika membuka pameran produk UMKM dalam rangka "7-th UNS SME's Summit & Award 2018" di Auditorium UNS, Kampus Kentingan, Kamis (11/10/2018).

Prof. Widodo, menyatakan, UNS tidak hanya bergelut dalam bidang akademik, melainkan juga turut membangun perekonomian, dalam hal dalam pengembangan UMKM. Dia berharap, pameran produk-produk UMKM yang digelar UNS setiap tahun dapat diperluas jaringannya.
 
"Semoga kegiatan ini bisa menjadi momentum bagi UMKM untuk bisa bangkit. Dengan begitu, UMKM bisa menjadi alternatif bisnis bagi lulusan perguruan tinggi maupun masyarakat," jelasnya.

Dalam pameran yang digelar selama tiga hari itu, tercatat sebanyak 24 UMKM turut serta menampilkan produk-produk unggulannya. Peserta pameran, di antaranya berupa produk kerajinan batik, rotan, kulit dan lain-lain, merupakan UMKM yang selama ini memperoleh pendampingan instansi pemerintah perusahaan perusahaan swasta, maupun binaan Pusat Studi Pengembangan (PSP) KUMKM UNS.
 
Ketua PSP-KUMKM LPPM UNS, Dr. Heru Irianto mengungkapkan, ke-24 UMKM yang mengikuti pameran, di antaranya binaan dari Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM Kab. Sukoharjo, Pertamina, PT Inka, Kluster Batik Sukoharjo, mitra binaan PT Telkom, Pelindo dan lain-lain.

Dalam rangkaian kegiatan "7-th UNS SME's Summit & Award 2018" tersebut, Sabtu (13/10/2018) mendatang, UNS akan menganugerahkan penghargaan "Dharma Krida Baraya Adikarya Anugraha" kepada Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, yang dinilai memiliki rekam jejak baik dalam pengembangan UMKM. Penghargaan tertinggi khusus di bidang sosial ekonomi tersebut, pada 2017 lalu dianugerahkan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR