181010110925-tanya.jpg

dokumen galamedianews.com

Tanya Menteri Keuangan, Ustaz Tengku Zulkarnaen, "Jeng Sri Puncak Pelemahan Rupiah Itu Berapa Sih?"

Nasional

Rabu, 10 Oktober 2018 | 11:06 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyebut pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) belum mencapai puncaknya.

Berbagai pendapat pun dilontarkan, terlebih soal jatuh tempo utang sebesar Rp 409 triliun pada tahun depan.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain mempertanyakan pendapat Sri Mulyani soal pelemahan rupiah yang belum mencapai puncaknya.

Lewat akun twitter @ustadztengkuzul, Ustaz Tengku Zulkarnain mempertanyakan apakah batas pelemahan rupiah ada di angka Rp 16 ribu per USD, atau bahkan mencapai Rp 20 ribu per USD.


"Jeng Sri Puncak Pelemahan Rupiah Itu Berapa Sih?" Tanya Ustaz Tengku Zulkarnain, Rabu (10/10/2018).

Sebab, apabila benar, Ustaz Tengku Zulkarnain menghitung pelemahan rupiah berpengaruh langsung terhadap penambahan utang negara secara langsung, yakni dari sebelumnya Rp 409 triliun, naik menjadi Rp 500 triliun.

"Rp 16.000 atau Rp 20.000? Kalau Naik Jadi Rp 16.000 Saja Cicilan Hutang Jatuh Tempo dari 409 triliun Tahun Depan Bisa Berobah Jadi 500 triliun," tulisnya.

"Apa Nggak Mumet Cari Duitnya? Kemarin Sampeyan Bilang 409 Trilyun Saja BERAT. Gimana?," tambah Ustaz Tengku Zulkarnain, menyertakan tautan pemberitaan dari CNBC Indonesia.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara mengenai kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level terlemah sepanjang masa.

Berbicara di sela rangkaian Annual Meeting IMF-World Bank 2018, bendahara negara tak ragu menyebut kondisi saat ini belum mencapai puncaknya, karena tekanan masih akan berlangsung hingga tahun depan.

"Normalnya, equilibrium belum tercapai karena yang dikatakan Powell [gubernur bank sentral]," ungkap Sri Mulyani di Hotel Melia, Nusa Dua Bali, Senin (8/10/2018).

Kurs rupiah terhadap dolar pada Rabu (10/10/2018) senilai Rp 15.225per USD. Walau menguat dari sebelumnya sebesar Rp 15.427 per USD, nilai tersebut merupakan catatan terendah sejak krisis ekonomi tahun 1998 silam.

Editor: H. Dicky Aditya

Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR