180914202535-rekan.jpg

kumparan.com

Rekannya Ditahan Saat Demo, Ratusan Mahasiswa Ontrog Mapolres Banjarmasin

Nasional

Jumat, 14 September 2018 | 20:25 WIB

Wartawan: H. Dicky Aditya

RATUSAN mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menggeruduk Mapolresta Banjarmasin selepas kumandang azan Isya, Jumat (14/9/2018) malam. Massa menuntut pembebasan lima rekan mereka yang masih ditahan di Mapolres Banjarmasin. Penahanan ini setelah mahasiswa bersikap anarkis saat demontrasi di gedung DPRD Kalsel.

Massa berjalan kaki dari kampus UIN Antasari di Jalan Ahmad Yani kilometer 4 ke Mapolresta Banjarmasin di Jalan Ahmad Yani kilometer 3, Kota Banjarmasin. Semula, mahasiswa hendak menyalakan lilin di depan mapolresta. Namun, polisi melarang aksi menyalakan lilin.

Koordinator Aksi, Rizki Ade P mengatakan aksi lilin diganti senter telepon seluler. Menurut dia, aksi lilin sebegai bentuk keprihatinan atas penahanan lima rekan mahasiswa dari 38 orang yang melakukan aksi di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan. "Kegiatan aksi ini merupakan aksi damai," ujar dia di sela aksi.

Apabila dalam aksi tersebut tidak juga dibebaskan kelima mahasiswa yang ditahan, Rizki mengancam akan melakukan aksi demontrasi pada Sabtu (15/9/2018). "Kami akan laksanakan aksi kembali, hidup mahasiswa," ujarnya di sela memimpin aksi.

Ratusan mahasiswa UIN yang tergabung dalam organisasi internal dan eksternal kampus berjalan kaki menuju Mapolresta kota Banjarmasin sekitar pukul 20.15 WITA. Mereka menyalakan sorot lampu senter di depan Polresta Banjarmasin.

Kepolisian Resor Kota Banjarmasin menahan lima orang mahasiswa yang diduga provokator demonstrasi anarkis di gedung DPRD Kalsel, Jumat (14/9/2018). Mereka bagian dari 38 mahasiswa yang sempat dibawa ke Mapolresta Banjarmasin.

Rizki Ade Putera, mengatakan rekan yang masih ditahan memang diintai oleh pihak kepolisian. "Teman saya yang masih ditahan atas nama Hakim, Jimy, Habib, Iwan dan Andry mereka ditahan dengan dalih merusak fasilitas negara," ucap koordinator aksi itu, Jumat petang (14/9/2018).

Ia menjelaskan proses penangkapan dengan adanya sedikit tindakan kekerasan sehingga menyebabkan luka-luka. "Kami ada bukti luka-luka oleh tindakan Polisi salah satunya benjol di jidat," ucapnya.

Editor: H. Dicky Aditya



Bagikan melalui:

BERITA LAINNYA

KOMENTAR